Olahraga Yang Dianjurkan dalam Islam untuk Kesehatan dan Kebugaran
Olahraga yang dianjurkan dalam Islam meliputi memanah, berkuda, berenang, lari (jalan cepat), dan gulat/bela diri. Semua olahraga ini memiliki dalil yang kuat dari kebiasaan Nabi SAW dan para sahabat. Olahraga memegang peranan vital dalam membentuk pribadi muslim yang tangguh, baik secara fisik maupun spiritual. Islam tidak memandang sebelah mata terhadap kekuatan fisik; justru, tubuh yang sehat dianggap sebagai aset utama untuk memaksimalkan ibadah dan menebar manfaat.
Olahraga yang dianjurkan sunah seperti memanah, berkuda, dan berenang ke dalam gaya hidup bukan hanya sekadar hobi, tetapi juga upaya meneladani kebiasaan Nabi (Ittiba') yang bernilai pahala.
Berikut adalah ulasan mendalam mengenai jenis olahraga tersebut.
Memanah (Al-Rimayah)
Olahraga yang dianjurkan dalam Islam ini menempati posisi istimewa sebagai simbol kekuatan dan ketajaman fokus. Memanah mengajarkan keseimbangan antara ketenangan jiwa dan ledakan tenaga fisik.
Rasulullah SAW bersabda di atas mimbar dan mengulangi kalimatnya hingga tiga kali untuk memberikan penekanan yang kuat:
"Ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah memanah, ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah memanah, ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah memanah." (HR. Muslim no. 1917).
Para ulama menjelaskan bahwa pengulangan kata "kekuatan" (al-quwwah) yang dikaitkan langsung dengan memanah menunjukkan bahwa olahraga ini adalah representasi utama dari kesiapan fisik dan mental. Memanah bukan sekadar melempar anak panah, melainkan melatih "kekuatan" dalam arti luas: kekuatan otot tangan, ketajaman pandangan mata, serta kekuatan fokus pikiran untuk membidik sasaran dengan tepat di bawah tekanan.
Secara medis, memanah adalah latihan isometrik yang luar biasa. Studi dalam International Journal of Medical and Exercise Science (2024) menyoroti bahwa tarikan busur mengaktifkan otot rhomboids dan levator scapulae di punggung atas, yang sangat efektif untuk memperbaiki postur tubuh bungkuk akibat gaya hidup sedentari. Selain itu, aspek mental dari memanah melatih mindfulness. Fokus intens saat membidik sasaran dapat menurunkan kadar hormon kortisol, memberikan efek relaksasi yang serupa dengan meditasi mendalam.
Berkuda (Al-Furusiyyah)
Berkuda adalah olahraga yang dianjurkan dalam Islam yang melatih kepemimpinan (leadership), pengendalian emosi, dan keberanian. Berbeda dengan alat mati, kuda adalah makhluk bernyawa yang merespons emosi penunggangnya.
Rasulullah SAW bersabda: "Pada ubun-ubun kuda itu terikat kebaikan sampai hari Kiamat." (HR. Bukhari no. 2850). Umar bin Khattab RA juga menginstruksikan: "Ajarkanlah anak-anakmu berenang, memanah, dan naik kuda."
Hadits ini menyiratkan bahwa interaksi dengan kuda membawa keberkahan yang berkelanjutan (khair), "Kebaikan" di sini bisa dimaknai sebagai pahala bagi yang merawatnya untuk jihad atau kebaikan duniawi berupa kesehatan fisik dan mental. Mengendalikan kuda membutuhkan ketegasan sekaligus kelembutan, yang secara tidak langsung melatih karakter seorang mukmin menjadi pemimpin yang berwibawa namun penuh kasih sayang.
Dunia medis modern mengakui efektivitas berkuda melalui terapi Hippotherapy. Riset jurnal S D Med. (2025) membuktikan bahwa penunggang kuda harus terus-menerus menyesuaikan postur mereka terhadap gerakan kuda, yang secara otomatis mengaktifkan otot inti (core muscles) seperti perut dan punggung bawah secara intensif.
Berenang (Al-Sibahah)
Berenang merupakan olahraga yang dianjurkan dalam Islam yang sangat inklusif, dapat dilakukan dari usia dini hingga lansia, dan minim risiko cedera karena sifat air yang menopang berat tubuh.
Dalam sebuah riwayat disebutkan: "Segala sesuatu yang di dalamnya tidak mengandung dzikrullah merupakan perbuatan sia-sia, senda gurau, dan permainan, kecuali empat perkara:... dan mengajarkan renang." (HR. An-Nasa'i).
Berenang dianggap sebagai keterampilan hidup (lifeskill) esensial untuk bertahan hidup. Islam sangat menghargai upaya menjaga nyawa (hifz an-nafs), dan kemampuan berenang adalah salah satu sarana ikhtiar untuk menyelamatkan diri sendiri maupun orang lain dari bahaya tenggelam.
Jurnal Interdisciplinary and Multidisciplinary Studies pada 2025 merilis temuan bahwa berenang rutin selama 8 minggu secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik pada penderita hipertensi. Tekanan hidrostatik air membantu melancarkan aliran darah balik ke jantung, meringankan beban kerja sistem kardiovaskular.
Selain itu, berenang melatih efisiensi paru-paru dalam mengikat oksigen, menjadikannya terapi yang sangat disarankan bagi penderita asma. Efek buoyancy (gaya apung) air juga menjadikan berenang sebagai olahraga terbaik bagi penderita nyeri sendi atau obesitas.
Lari (Al-Jaryu)
Lari atau jalan cepat adalah olahraga yang dianjurkan dalam Islam yang paling sederhana namun memiliki dampak besar. Rasulullah SAW dikenal memiliki fisik yang bugar dengan langkah kaki yang cepat dan tegap.
Aisyah RA menceritakan: "Aku pernah berlomba lari dengan Nabi SAW dan aku mengalahkannya. Kemudian ketika badanku sudah mulai gemuk, aku berlomba lari lagi dengannya, dan beliau mengalahkanku. Beliau bersabda: 'Ini (kemenangan) untuk menebus kekalahan yang dulu'." (HR. Abu Dawud).
Hadits ini sangat indah karena menampilkan sisi humanis Rasulullah SAW. Lari di sini bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga sarana membangun keharmonisan rumah tangga dan kegembiraan. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa menjaga kebugaran bisa dilakukan melalui aktivitas yang menyenangkan bersama keluarga, menepis anggapan bahwa olahraga harus selalu serius dan kaku.
Tinjauan medis tahun 2024 di Global Heart menegaskan bahwa pelari memiliki risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular 30-45% lebih rendah. Lari memicu pelepasan endocannabinoids, zat kimia otak yang memberikan rasa tenang dan euforia (runner's high), yang lebih ampuh daripada sekadar endorfin.
Studi perbandingan tahun 2025 dari Psychiatry.org bahkan menunjukkan bahwa terapi lari rutin memiliki efektivitas yang setara dengan obat antidepresan untuk kasus depresi ringan hingga sedang, namun tanpa efek samping negatif, justru memberikan bonus kesehatan fisik seperti penurunan berat badan dan penguatan tulang.
Gulat dan Bela Diri (Al-Mushara'ah)
Gulat adalah olahraga yang dianjurkan dalam Islam untuk melatih kekuatan otot, ketangkasan, dan yang terpenting: pengendalian diri saat berkonfrontasi.
Kisah masyhur menyebutkan Rasulullah SAW pernah ditantang bergulat oleh Rukanah, juara gulat Mekkah yang tak terkalahkan. Rasulullah SAW menerima tantangan itu dan berhasil menjatuhkan Rukanah berkali-kali. (HR. Abu Dawud).
Peristiwa ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW memiliki kekuatan fisik yang diakui dan disegani. Namun, poin pentingnya adalah gulat digunakan sebagai sarana dakwah untuk menunjukkan kebenaran, bukan untuk kesombongan atau mencederai lawan. Islam mengajarkan bahwa orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat semata, tetapi yang mampu menahan amarahnya.
Latihan bela diri terbukti secara klinis meningkatkan kepadatan mineral tulang dan refleks tubuh. Riset psikologi olahraga tahun 2025 justru menemukan fakta unik anak-anak dan remaja yang mengikuti bela diri memiliki tingkat agresivitas yang lebih rendah di luar arena. Disiplin latihan menyalurkan energi berlebih dan mengajarkan rasa hormat (respect), sehingga efektif mencegah perilaku perundungan (bullying).
Ingin memperluas wawasan tentang gaya hidup Islami yang sehat dan bermakna?
Jelajahi artikel lainnya di Prudential Syariah dan temukan insight seputar keuangan syariah, kesehatan mental, spiritualitas, dan berbagai topik menarik yang mendukung hidup sejahtera sesuai prinsip Islam.
Frequently Asked Questions (FAQ)
-
Q: Apa saja jenis olahraga yang dianjurkan dalam Islam?
A: Olahraga utama yang disunnahkan meliputi memanah, berkuda, berenang, lari (jalan cepat), dan gulat/bela diri. Semua olahraga ini memiliki dalil yang kuat dari kebiasaan Nabi SAW dan para sahabat.
-
Q: Mengapa penjelasan dalil memanah sangat menekankan pada "kekuatan"?
A: Dalam Islam, "kekuatan" (Quwwah) bukan hanya fisik. Penjelasan ulama menyebutkan bahwa memanah melatih ketajaman fokus, kestabilan emosi, dan ketepatan mengambil keputusan, yang merupakan elemen kunci kekuatan seorang pemimpin.
-
Q: Apakah wanita diperbolehkan melakukan olahraga berkuda dan memanah?
A: Sangat boleh, bahkan dianjurkan untuk kebugaran. Syarat utamanya adalah tetap menjaga adab Islami, seperti menutup aurat dengan pakaian olahraga yang longgar dan aman, serta dilakukan di lingkungan yang terhindar dari percampuran yang dilarang (ikhtilat).
-
Q: Bagaimana relevansi olahraga sunnah dengan kesehatan jantung?
A: Sangat relevan. Olahraga seperti berenang dan lari adalah latihan kardiovaskular terbaik yang memperkuat otot jantung dan melancarkan peredaran darah, sesuai dengan temuan medis modern untuk pencegahan stroke dan serangan jantung.
Sumber :


