Olahraga pada Saat Puasa

Olahraga pada Saat Puasa: Cara Aman Tetap Sehat & Bugar

Olahraga pada saat puasa mungkin terdengar menantang, tetapi sebenarnya bisa menjadi bagian penting untuk menjaga kebugaran tubuh selama bulan Ramadhan. Banyak orang menghindari aktivitas fisik karena takut dehidrasi, lemas, atau mengganggu ibadah. Padahal, jika dilakukan dengan tepat, olahraga justru membantu tubuh tetap segar, metabolisme stabil, dan sehat secara fisik maupun mental.

Mengapa Olahraga Saat Puasa Masih Dianjurkan

Selama puasa, tubuh tidak menerima asupan makanan atau minuman dalam waktu yang lama. Ini berarti tubuh menggunakan cadangan energi dan berubah dalam cara mendapatkan bahan bakar. Namun, olahraga ringan yang tepat justru membantu metabolisme tetap aktif dan memberikan sejumlah manfaat kesehatan yang signifikan.

Menurut artikel kesehatan dari Cleaveland pada 2024, olahraga saat puasa tidak dilarang secara medis selama dilakukan dengan intensitas ringan sampai sedang, dan tidak menyebabkan dehidrasi atau stres berlebihan. Olahraga yang terlalu berat saat tubuh kekurangan cairan justru dapat meningkatkan risiko kelelahan atau gangguan metabolik.

Manfaat Olahraga pada Saat Puasa

Berolahraga selama puasa dapat memberikan manfaat berikut, jika dilakukan dengan cara yang aman dan disesuaikan:

  1. Menjaga Metabolisme Tubuh

    Aktivitas fisik berperan dalam menjaga metabolisme tetap optimal, bahkan ketika asupan makanan terbatas. Dengan demikian, energi tubuh tetap terjaga dan proses pembakaran kalori berlangsung lebih seimbang.

  2. Menjaga Berat Badan Ideal

    Olahraga membantu mencegah kenaikan berat badan yang sering terjadi saat berbuka puasa, terutama jika mengonsumsi makanan manis dan tinggi kalori.

  3. Meningkatkan Mood dan Stamina

    Sering kali tubuh terasa lemas saat puasa karena perubahan pola makan. Olahraga ringan dapat merangsang pelepasan hormon endorfin, yang membantu meningkatkan mood dan stamina.

  4. Menjaga Fleksibilitas dan Keseimbangan

    Jenis olahraga seperti yoga atau stretching membantu otot tetap lentur dan meningkatkan kemampuan mempertahankan keseimbangan tubuh untuk kesehatan jangka panjang.

Beberapa manfaat yang sudah disebutkan menunjukkan bahwa olahraga bukan hanya aman dilakukan tetapi juga memberi nilai tambah apabila disesuaikan dengan kebutuhan tubuh saat puasa.

Waktu Terbaik untuk Olahraga Saat Puasa

Pemilihan waktu sangat menentukan efektivitas olahraga saat tubuh sedang berpuasa. Pakar kesehatan umumnya merekomendasikan:

Sebelum Berbuka Puasa

Olahraga ringan sekitar 60–90 menit sebelum berbuka puasa adalah waktu yang tepat, karena setelah selesai olahraga, tubuh dapat segera menerima cairan dan nutrisi saat berbuka puasa.

Setelah Berbuka Puasa

Ini adalah waktu yang aman karena tubuh sudah terhidrasi dan menerima asupan energi dari makanan ringan atau minuman. Aktivitas fisik bisa dilakukan tanpa risiko dehidrasi yang tinggi.

Setelah Salat Tarawih

Bagi sebagian orang, setelah tarawih tubuh terasa lebih rileks dan energik. Ini bisa menjadi waktu olahraga ringan lebih nyaman.

Jenis Olahraga yang Aman Saat Puasa

Agar olahraga selama puasa memberikan manfaat optimal tanpa risiko, pilihlah jenis aktivitas berikut yang relatif aman:

  1. Jalan Kaki : Jalan santai menjaga sirkulasi darah dan stamina tanpa memaksa tubuh.

  2. Bersepeda Ringan : Bergerak santai membantu kebugaran jantung dan paru-paru tanpa menguras energi secara drastis.

  3. Yoga atau Pilates : Fokus pada keseimbangan, kekuatan, dan relaksasi tubuh sehingga cocok sebagai olahraga ringan saat puasa.

  4. Stretching atau Peregangan : Ini sangat bermanfaat untuk menjaga fleksibilitas tubuh dan mencegah kekakuan otot.

  5. Latihan Kekuatan Ringan : Latihan seperti squat, plank, dan push-up ringan membantu menjaga massa otot tanpa memaksa tubuh terlalu keras.

Sebaliknya, melakukan olahraga berat atau berintensitas tinggi pada siang hari memang tetap puasa diperbolehkan menurut syariat untuk orang yang berpuasa. Namun, dari sisi lain, aktivitas tersebut berisiko karena tubuh tidak menerima asupan cairan maupun energi dalam waktu yang lama. Oleh karena itu, jenis olahraga seperti ini sebaiknya dihindari.

Tips Kesehatan Agar Olahraga Selama Puasa Tetap Aman

Agar tubuh tetap aman dan fit selama berolahraga saat puasa, beberapa tips kesehatan berikut perlu diperhatikan:

Jaga Kebutuhan Cairan

Karena tubuh tidak menerima cairan selama puasa, penting untuk mengonsumsi air yang cukup saat sahur dan berbuka agar terhidrasi saat berolahraga.

Makan Makanan Bergizi

Konsumsi makanan yang kaya nutrisi seperti protein, karbohidrat kompleks, vitamin, dan mineral membantu tubuh memiliki energi yang cukup untuk olahraga ringan.

Batasi Durasi Latihan

Hindari olahraga yang terlalu lama atau intens. Jaga durasi di kisaran 20–45 menit agar tubuh tidak terlalu lelah.

Dengarkan Sinyal Tubuh

Hindari melanjutkan aktivitas fisik ketika tubuh mulai menunjukkan tandavtanda kelelahan, seperti kepala terasa ringan, tenaga menurun, atau gerakan mulai tidak stabil. Kondisi tersebut adalah cara tubuh memberi tahu bahwa Anda perlu berhenti sejenak agar tidak memicu cedera atau kondisi yang lebih serius. tanda kelelahan, seperti kepala terasa ringan, tenaga menurun, atau gerakan mulai tidak stabil. Kondisi tersebut adalah cara tubuh memberi tahu bahwa Anda perlu berhenti sejenak agar tidak memicu cedera atau kondisi yang lebih serius.

Konsultasikan dengan Dokter

Bagi yang memiliki kondisi medis tertentu, seperti diabetes atau hipertensi, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum merencanakan program olahraga saat puasa.

Kesalahan yang Harus Dihindari pada Saat Berolahraga

Agar olahraga tetap aman dan bermanfaat, hindari hal berikut:

  1. Olahraga Intensitas Tinggi di Siang Hari

    Ini dapat mempercepat dehidrasi karena tubuh belum menerima cairan dalam waktu lama.

  2. Memaksakan diri dalam Berolahraga

    Hindari terus melanjutkan aktivitas fisik ketika tubuh mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan agar tidak memicu cedera atau kondisi yang lebih serius. tanda kelelahan

  3. Tidak Melakukan Pemanasan

    Pemanasan penting untuk mempersiapkan otot dan mengurangi risiko cedera selama olahraga.

Olahraga pada saat puasa tetap bisa dilakukan dengan aman apabila disesuaikan dengan kemampuan tubuh, jenis olahraga yang ringan, dan waktu yang tepat. Aktivitas fisik membantu tubuh tetap bugar, metabolisme tetap lancar, dan mood tetap stabil selama berpuasa. Memahami batas kemampuan dan merencanakan olahraga dengan cermat akan membuat puasa dan aktivitas fisik berjalan selaras, sehat, dan bermanfaat.

Dengan pendekatan yang bijak, olahraga bukan menjadi penghalang bagi kualitas ibadah, melainkan bagian dari gaya hidup sehat yang diperbolehkan selama bulan puasa.

Frequently Asked Questions (FAQ)

  1. Apakah olahraga saat puasa aman dilakukan?

    Ya, olahraga aman selama dilakukan dengan intensitas ringan hingga sedang dan tetap memperhatikan sinyal tubuh serta hidrasi yang cukup.

  2. Kapan waktu terbaik untuk olahraga saat puasa?

    Waktu terbaik adalah menjelang berbuka, setelah berbuka, atau setelah tarawih karena tubuh sudah dapat menerima cairan dan energi.

  3. Jenis olahraga apa yang cocok saat puasa?

    Olahraga yang aman meliputi jalan kaki, bersepeda ringan, yoga, stretching, dan latihan kekuatan ringan.

  4. Apa tanda olahraga harus dihentikan saat puasa?

    Jika muncul pusing, mual, lemas berlebihan, atau dehidrasi, segera hentikan olahraga dan istirahat.

Selain menjaga kesehatan saat berpuasa, memiliki perlindungan asuransi kesehatan yang memadai juga penting. Seperti PRUSehat Syariah dari Prudential Syariah, perlindungan  kesehatan yang #BeneranPas buat kamu.

Anda dapat menikmati manfaat komprehensif atas risiko Rawat Inap, Tindakan Bedah, dan pengobatan Rawat Jalan di Indonesia dan berbagai negara Asia (kecuali Singapura, Jepang, dan Hong Kong).

Sumber :