Puasa Sunah

Manfaat Puasa Sunah Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Manfaat puasa sunah bagi tubuh sangatlah luas, mulai dari membuang racun melalui proses detoksifikasi alami (autofagi), menjaga kesehatan jantung, mengontrol berat badan, hingga menstabilkan emosi dan kesehatan mental. Ibadah yang dijalankan dengan menahan lapar dan dahaga ini ternyata memiliki dampak biologis yang nyata dan terukur bagi kebugaran tubuh secara keseluruhan.

Dunia medis modern kini semakin mengakui relevansi praktik ini. Berbagai riset ilmiah telah memvalidasi bahwa pola puasa rutin, yang sejalan dengan ajaran Islam, bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan metode efektif untuk memperbaiki metabolisme dan memperpanjang usia harapan hidup sehat (healthspan).

Apa Manfaat Puasa Sunah untuk Kesehatan Tubuh?

Ketika kita rutin menjalankan puasa sunah, tubuh akan melakukan perbaikan otomatis. Berikut adalah dampak nyata yang didukung oleh fakta medis:

  1. Detoksifikasi Alami (Autofagi)

    Saat perut kosong dalam jangka waktu tertentu, tubuh tidak lagi sibuk mencerna makanan dan mengalihkan energinya untuk perbaikan sel. Proses ini disebut autofagi, yaitu mekanisme di mana sel tubuh "memakan" komponennya sendiri yang sudah rusak atau tua untuk didaur ulang menjadi energi baru. Penelitian dari Baishideng Publishing Group pada 2024 menegaskan bahwa proses ini vital untuk menghambat penuaan dini dan mencegah berbagai penyakit degeneratif.

  2. Menjaga Kesehatan Jantung

    Puasa sunah memberikan waktu istirahat bagi jantung dan pembuluh darah. Sebagaimana dijelaskan dalam jurnal Frontiers in Nutrition (2025) menunjukkan bahwa kebiasaan puasa dapat menurunkan faktor risiko penyakit kardiovaskular, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol jahat (LDL), dan trigliserida. Pola makan yang teratur saat puasa membantu mengurangi peradangan kronis yang sering menjadi pemicu serangan jantung.

  3. Mengontrol Gula Darah dan Berat Badan

    Bagi yang ingin menjaga berat badan ideal atau mencegah diabetes, puasa sunah adalah metode yang ampuh. Berdasarkan tinjauan sistematis dalam Malaysian Journal of Pharmacy (2023) Puasa terbukti secara signifikan menurunkan kadar glukosa darah puasa dan memperbaiki resistensi insulin, terutama pada individu dengan risiko diabetes. Selain itu, pembatasan waktu makan secara alami mengurangi asupan kalori harian dan memicu pembakaran cadangan lemak tubuh tanpa perlu diet ekstrem.

Apa Manfaat Puasa Sunah untuk Kesehatan Mental?

Tak hanya fisik, manfaat puasa sunah juga sangat terasa bagi kesehatan jiwa (mental health).

  1. Mengurangi Kecemasan dan Depresi

    Puasa memiliki efek menenangkan bagi pikiran. Penelitian klinis Huo dkk. yang dipublikasikan dalam Alpha Psychiatry pada 2025 menemukan bahwa puasa dapat menurunkan skor kecemasan secara signifikan dengan cara memengaruhi konektivitas fungsional di bagian otak yang mengatur emosi, yaitu amigdala. Hal ini terjadi karena puasa memengaruhi aktivitas di bagian otak yang mengatur emosi, serta memberikan rasa pencapaian spiritual yang meningkatkan ketenangan batin.

  2. Meningkatkan Fungsi Otak dan Fokus

    Saat berpuasa, tubuh memproduksi protein khusus yang disebut BDNF (Brain-Derived Neurotrophic Factor). Protein ini berfungsi seperti "pupuk" bagi otak yang merangsang pertumbuhan sel saraf baru dan meningkatkan daya ingat. Ulasan ilmiah dalam jurnal Medicina pada 2024 menjelaskan bahwa pembatasan kalori melalui puasa efektif meningkatkan kadar BDNF, yang berperan penting dalam melindungi otak dari penurunan fungsi kognitif di masa tua

Apa Saja Jenis Puasa Sunah dan Keutamaannya

Sebelum membahas detail manfaat kesehatannya, mari kita kenali dulu tiga jenis puasa sunah yang paling populer. Masing-masing memiliki pola waktu unik yang ternyata sangat sinkron dengan ritme biologis tubuh manusia.

  1. Puasa Senin Kamis

    Ini adalah puasa mingguan yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW bersabda, "Amal-amal perbuatan itu diajukan ke hadapan Allah pada hari Senin dan Kamis. Oleh karenanya, aku ingin agar amal-amal perbuatanku itu diajukan saat aku sedang berpuasa." (HR. At-Tirmidzi).

    Secara medis, pola ini mirip dengan konsep 5:2 Diet (lima hari makan normal, dua hari puasa) yang terbukti efektif memberikan jeda istirahat pada sistem pencernaan kita secara berkala setiap minggunya.

  2. Puasa Ayyamul Bidh

    Dilakukan setiap pertengahan bulan Hijriah (tanggal 13, 14, dan 15) saat bulan purnama. Rasulullah SAW menyebut puasa tiga hari ini nilainya setara dengan puasa sepanjang tahun jika dilakukan rutin.

    Menariknya, beberapa studi mengamati adanya perubahan fisiologis pada manusia saat fase bulan purnama, seperti perubahan kualitas tidur dan tekanan darah. Berpuasa di hari-hari ini dapat membantu menyeimbangkan kondisi tubuh di tengah perubahan ritme alam tersebut.

  3. Puasa Daud

    Ini adalah puasa tingkat tinggi dengan pola sehari puasa, sehari berbuka. Rasulullah SAW menyebutnya sebagai puasa yang paling dicintai Allah SWT.

    Dalam dunia kesehatan, ini dikenal sebagai Alternate Day Fasting. Riset menunjukkan bahwa pola selang-seling ini sangat efektif untuk membakar lemak viseral (lemak perut) dan meningkatkan ketahanan tubuh terhadap penyakit metabolik.

Tips Tetap Produktif dan Bugar Saat Berpuasa

Agar ibadah puasa sunah Anda lancar dan tidak mengganggu aktivitas kerja, perhatikan strategi berikut:

  • Jangan Lewatkan Sahur: Sahur adalah sumber energi utama. Pilihlah karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oat, atau roti gandum yang dicerna perlahan agar kenyang lebih lama. Sertakan juga protein dari telur atau ikan.

  • Cukupi Cairan Tubuh: Dehidrasi adalah penyebab utama rasa lemas dan kurang fokus. Gunakan pola minum 2-4-2: 2 gelas saat berbuka, 4 gelas di malam hari, dan 2 gelas saat sahur untuk memenuhi kebutuhan cairan harian.

  • Hindari Gula Berlebih Saat Berbuka: Langsung mengonsumsi makanan manis berlebihan dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang diikuti penurunan drastis (sugar crash), membuat tubuh cepat mengantuk. Awali berbuka dengan kurma dan air putih sesuai sunah.

Menjalankan puasa sunah adalah langkah hebat untuk kesehatan fisik dan mental Anda. Namun, ikhtiar untuk hidup sehat dan tenang tidak berhenti di situ. Menambah wawasan tentang gaya hidup islami dan perencanaan masa depan juga sangat penting.

Ingin memperluas wawasan Anda dengan artikel serupa? Kunjungi Prudential Syariah. Temukan berbagai insight menarik seputar kesehatan, gaya hidup halal, serta tips ekonomi dan keuangan syariah untuk membantu Anda dan keluarga menjalani hidup yang lebih berkah. Yuk, baca artikel lainnya sekarang!

Sumber :

Frequently Asked Questions (FAQ)

  1. Q: Apakah puasa sunah aman bagi penderita maag?

    A: Secara umum aman, bahkan bisa membantu memperbaiki pola makan penderita maag ringan karena waktu makan menjadi lebih teratur. Namun, pastikan tidak melewatkan sahur, hindari makanan pedas/asam saat berbuka, dan makanlah secara perlahan. Jika memiliki kondisi maag akut, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.

  2. Q: Bolehkah menggabung niat puasa bayar utang (Qadha) dengan Puasa Senin-Kamis?

    A: Boleh. Ulama menyarankan untuk meniatkan puasa wajib (Qadha) sebagai prioritas utama. Insya Allah, pahala keutamaan puasa sunah di hari Senin atau Kamis juga akan didapatkan karena ibadah tersebut dilakukan pada waktu yang mulia.

  3. Q: Apakah puasa bisa menurunkan berat badan secara permanen?

    A: Bisa, asalkan dilakukan secara konsisten (istiqamah) dan tidak makan berlebihan saat berbuka. Puasa Daud dan Senin-Kamis terbukti efektif untuk manajemen berat badan jangka panjang karena adanya defisit kalori yang terjadi secara alami.

  4. Q: Bagaimana agar tidak lemas saat kerja sambil puasa?

    A: Pastikan sahur dengan nutrisi seimbang (karbohidrat kompleks dan protein) serta tidur yang cukup di malam hari. Hindari minuman berkafein tinggi saat sahur karena sifat diuretiknya bisa memicu dehidrasi lebih cepat.