Dalam Islam, umat Muslim diajarkan untuk hidup secukupnya, tidak berlebihan dan tidak mubazir. Prinsip ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui aktivitas decluttering.
Decluttering bukan sekadar kegiatan membersihkan rumah dari tumpukan barang yang tidak terpakai, melainkan sebuah proses menyederhanakan hidup agar kita bisa lebih fokus pada hal-hal yang benar-benar bernilai.
Lalu apa yang sebenarnya dimaksud decluttering? Dan bagaimana hal ini dapat membantu Anda menciptakan rumah yang lebih lapang sekaligus keuangan yang lebih sehat.

Apa Itu Decluttering?
Menurut situs American Cleaning Institute (ACI), decluttering merupakan proses mengurangi atau menyingkirkan barang yang sudah tidak diperlukan dari ruang tempat tinggal maupun tempat kerja. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih teratur dan nyaman.
Dalam konsep ini, seseorang perlu memilah barang yang masih digunakan, jarang digunakan, atau sudah tidak diperlukan. Barang yang masih memiliki fungsi dapat disimpan dan ditata kembali, sedangkan barang yang sudah tidak dibutuhkan dapat disumbangkan, dijual, didaur ulang, atau dibuang sesuai dengan kondisinya.
Dengan demikian, decluttering bukan hanya tentang membuat ruangan terlihat lebih rapi, tetapi juga membangun kebiasaan untuk lebih bijak dalam menyimpan dan menggunakan barang.
Manfaat Decluterring dalam Kehidupan Sehari-Hari
Decluterring berkaitan erat dengan kerapian dan kebersihan, oleh karena itu kebiasaan ini dapat memberikan berbagai manfaat dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:
- Membuat ruangan terasa lebih lega: Mengurangi barang yang tidak diperlukan dapat membuat ruangan terasa lebih luas dan tertata.
- Memudahkan menemukan barang: Barang yang masih digunakan dapat ditata dengan lebih terorganisir sehingga lebih mudah ditemukan saat dibutuhkan.
- Mengurangi penumpukan barang: Memilah barang secara berkala membantu mencegah barang yang tidak diperlukan terus menumpuk di rumah.
- Mendorong kebiasaan hidup lebih sederhana: Decluttering dapat membantu seseorang lebih selektif dalam menyimpan maupun membeli barang sehingga tidak berlebihan.
- Membantu mengurangi stres: Lingkungan yang lebih rapi dan minim barang menumpuk dapat menciptakan suasana yang lebih nyaman, sehingga dapat mendukung perasaan yang lebih tenang saat menjalani aktivitas sehari-hari.
- Meningkatkan fokus dan ketenangan: Ruangan yang lebih tertata dapat membuat seseorang lebih mudah berkonsentrasi pada aktivitas yang sedang dilakukan tanpa terdistraksi oleh barang-barang yang berserakan.
Dampak Decluttering terhadap Keuangan
Decluttering tidak hanya membantu membuat rumah lebih rapi, tetapi juga dapat memberikan dampak terhadap kebiasaan mengelola keuangan. Beberapa dampaknya antara lain:
- Membantu Menghemat Pengeluaran: Decluttering memungkinkan seseorang hanya membeli barang-barang yang dibutuhkan dan memanfaatkan barang yang masih berfungsi, sehingga dapat mencegah terjadinya pemborosan.
- Mencegah Pembelian Ganda: Saat barang-barang tertata rapi dan mudah ditemukan, Anda tidak perlu membeli ulang barang yang sebenarnya sudah dimiliki hanya karena lupa atau terselip.
- Mengurangi Perilaku Konsumtif: Proses memilah barang membuat Anda menyadari betapa banyaknya uang yang terbuang untuk barang tak terpakai. Kesadaran ini menekan dorongan impulse buying saat berbelanja.
- Menekan Biaya Implisit Perawatan: Semakin sedikit jumlah barang atau kendaraan yang dimiliki, semakin berkurang pula biaya perawatan, pembersihan, tempat penyimpanan, hingga biaya listrik yang menyertainya.
- Menghasilkan Pemasukan Tambahan: Barang-barang hasil decluttering yang masih dalam kondisi baik dan layak pakai dapat dijual kembali (preloved), sehingga menghasilkan dana segar untuk ditabung.
- Mengoptimalkan Langganan Rutin: Decluttering pada sektor finansial (seperti audit aplikasi dan tagihan) membantu menghentikan biaya langganan bulanan yang sudah tidak pernah diakses atau dipergunakan.
Baca juga: Bukan Cuma Riba, Kenali Bahaya Gharar dalam Transaksi Sehari-hari
Decluttering dalam Perspektif Islam
Dalam pandangan Islam, decluttering bukan sekadar tren gaya hidup modern untuk merapikan rumah, melainkan wujud penerapan nilai-nilai syariat dalam menyikapi harta. Hal ini dipertegas dalam QS. Al-Isra' ayat 26–27:
"Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya."
Berikut beberapa prinsip Islam yang selaras dengan praktik decluttering:
1. Menjauhi Sikap Mubazir (Tabdzir)
Membiarkan barang menumpuk tanpa pernah dipergunakan atau membiarkan dana terbuang untuk pengeluaran yang tidak perlu termasuk bentuk pemborosan. Dalam hal ini decluttering membantu memastikan setiap harta yang dimiliki memiliki fungsi yang nyata.
2. Melatih Sifat Merasa Cukup (Qana'ah)
Proses memilah barang dan menyederhanakan pengeluaran mengajarkan kita untuk mengendalikan hawa nafsu dari keinginan berbelanja secara berlebihan. Sikap ini akan menumbuhkan rasa cukup dan bersyukur atas rezeki yang telah dimiliki.
3. Menghidupkan Keberkahan Melalui Sedekah
Barang-barang layak pakai hasil decluttering dapat disedekahkan kepada mereka yang membutuhkan. Menyalurkan harta yang tidak lagi kita gunakan agar bermanfaat bagi orang lain akan mendatangkan pahala dan menambah keberkahan.
4. Meringankan Pertanggungjawaban (Hisab) Harta
Setiap barang dan rupiah yang kita miliki kelak akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat. Dengan demikian, jika kita hidup secukupnya beban hidup akan menjadi lebih tenang di dunia serta lebih ringan beban hisab-nya di akhirat.
5. Menjaga Kebersihan dan Kerapian (Thaharah)
Islam sangat menyukai keindahan, kerapian, dan kebersihan dalam setiap aspek kehidupan. Dalam hal ini aktivitas decluttering membuat ruangan jadi lebih rapi dan bersih yang menjadi cerminan iman seorang Muslim.

Pada akhirnya, decluttering bukan sekadar tentang membuang barang atau menghemat pengeluaran, melainkan juga menjadi salah satu upaya untuk menciptakan kehidupan yang lebih tertata dan tenang.
Yuk, temukan artikel-artikel inspiratif dari Prudential Syariah lain, mulai dari tips hidup sehat hingga panduan finansial. Tingkatkan wawasan Anda dan dapatkan ide-ide baru untuk hidup yang lebih berkualitas!
Frequently Asked Questions (FAQ)