Pernah merasakan sensasi tidak nyaman saat duduk seperti rasa perih, gatal, hingga menemukan bercak darah setelah buang air besar? Ini bisa jadi penanda awal dari wasir.
Dalam istilah kedokteran, wasir disebut juga sebagai hemoroid, yaitu kondisi pembengkakan pembuluh darah di area anus atau rektum bagian bawah. Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, tidak terbatas pada usia maupun jenis kelamin.
Meski umumnya tidak berbahaya, wasir dapat mengganggu aktivitas sehari-hari apabila tidak ditangani dengan tepat. Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejala, penyebab, serta cara mengatasi wasir sejak dini agar kondisi tidak semakin parah.
Apa Itu Wasir?
Wasir atau hemoroid adalah kondisi pembengkakan pembuluh darah di area anus atau rektum bagian bawah. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, seperti nyeri, gatal, perih, hingga munculnya darah saat buang air besar. Dilansir dari arvard Health Publishing, wasir umumnya terjadi akibat meningkatnya tekanan pada area anus dan rektum, seperti karena sering mengejan saat buang air besar, duduk terlalu lama di toilet, kehamilan, hingga konstipasi kronis.
Secara umum, wasir atau ambeien terbagi menjadi dua jenis, yakni wasir internal yang terjadi di dalam rektum dan wasir eksternal yang muncul di bawah kulit sekitar anus.
- Wasir internal: kondisi wasir yang terjadi di dalam anus atau rektum bagian bawah sehingga umumnya tidak terlihat dari luar. Meski sering kali tidak menimbulkan rasa nyeri, wasir internal dapat menyebabkan perdarahan saat buang air besar.
- Wasir eksternal: Kondisi wasir yang muncul di bawah kulit sekitar anus. Jenis wasir ini biasanya lebih mudah dikenali karena dapat menimbulkan benjolan, rasa gatal, nyeri, hingga tidak nyaman saat duduk atau buang air besar.

Penyebab Wasir
Penyebab wasir belum diketahui secara pasti, namun peningkatan tekanan pada pembuluh darah di area anus dan rektum diduga menjadi salah satu faktor utama yang memicu kondisi ini. Tekanan tersebut dapat terjadi akibat berbagai kebiasaan maupun kondisi tertentu yang membuat pembuluh darah membengkak.
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko wasir antara lain:
- Sering mengejan saat buang air besar
- Konstipasi (sembelit)
- Duduk terlalu lama, terutama saat buang air besar di toilet
- Kurang konsumsi makanan berserat dan air putih, sehingga feses menjadi keras dan memaksa untuk mengejan kuat saat BAB
- Kehamilan
- Mengangkat beban terlalu berat
- Obesitas atau kelebihan berat badan
- Bertambahnya usia yang menyebabkan jaringan penopang pembuluh darah melemah
Baca juga: Kanker Prostat: Penyakit Kritis yang Sering Terlambat ...
Gejala Wasir Berdasarkan Jenisnya
Berdasarkan jenisnya, wasir dapat menunjukkan gejala yang berbeda, berikut di antaranya:
1. Wasir internal
Gejalanya dapat berupa:
- Umumnya tidak terlalu nyeri karena berada di dalam rektum
- Keluar darah merah segar saat buang air besar
- Rasa tidak tuntas setelah BAB
- Benjolan yang keluar dari anus
2. Wasir eksternal
Gejalanya meliputi:
- Bisa terasa sangat sakit jika terjadi penggumpalan darah
- Benjolan di sekitar anus
- Nyeri atau perih, terutama saat duduk atau BAB
- Gatal dan iritasi di area anus
- Pembengkakan di sekitar anus
Jika gejala semakin mengganggu atau terjadi perdarahan terus-menerus, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Cara Mengobati Wasir
Untuk penanganan yang tepat, pengobatan wasir dapat dilakukan secara medis, melalui tindakan bedah maupun non-bedah. Beberapa prosedur non-bedah yang dapat dilakukan, antara lain:
- Injeksi skleroterapi: Prosedur dengan menyuntikkan cairan khusus ke pembuluh darah wasir untuk membantu mengecilkan jaringan wasir dan mengurangi perdarahan.
- Koagulasi inframerah atau laser: Tindakan medis yang menggunakan panas dari sinar inframerah atau laser untuk menghentikan aliran darah ke jaringan wasir sehingga wasir dapat mengecil secara bertahap.
- Terapi laser: Metode penanganan wasir menggunakan sinar laser untuk mengurangi atau mengangkat jaringan wasir dengan risiko perdarahan yang relatif lebih minim.
- Elektroterapi: Prosedur yang memanfaatkan arus listrik untuk mengurangi aliran darah pada jaringan wasir sehingga ukuran wasir dapat mengecil.
Cara Mencegah Wasir
Wasir dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat dan menjaga kebiasaan buang air besar yang baik. Langkah pencegahan ini penting dilakukan untuk membantu mengurangi tekanan pada pembuluh darah di area anus dan rektum. Dengan menjaga pola hidup sejak dini, risiko terjadinya wasir juga dapat diminimalkan.
1. Perbanyak Konsumsi Makanan Berserat
Makanan tinggi serat seperti buah, sayur, dan biji-bijian dapat membantu melancarkan sistem pencernaan. Asupan serat juga membantu melunakkan feses sehingga buang air besar menjadi lebih mudah dan tidak memerlukan mengejan berlebihan.
2. Cukupi Kebutuhan Cairan Tubuh
Minum air putih yang cukup membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi dan mendukung kesehatan pencernaan. Cairan yang cukup juga membantu mencegah konstipasi yang menjadi salah satu pemicu wasir.
3. Hindari Duduk Terlalu Lama
Duduk terlalu lama, terutama di toilet, dapat meningkatkan tekanan pada area anus dan rektum. Kebiasaan ini sebaiknya dikurangi untuk membantu mencegah pembengkakan pembuluh darah.
4. Jangan Menahan Buang Air Besar
Menahan buang air besar terlalu sering dapat membuat feses menjadi lebih keras dan sulit dikeluarkan. Kondisi ini dapat memicu kebiasaan mengejan yang meningkatkan risiko wasir.
5. Rutin Berolahraga
Olahraga secara rutin dapat membantu melancarkan metabolisme dan sistem pencernaan tubuh. Selain itu, aktivitas fisik juga membantu menjaga berat badan tetap ideal sehingga tekanan pada area anus dapat berkurang.
6. Hindari Mengejan Berlebihan
Mengejan terlalu kuat saat buang air besar dapat memberikan tekanan berlebih pada pembuluh darah di area anus. Oleh karena itu, penting menjaga pola makan dan pencernaan agar buang air besar tetap lancar.
Apakah Wasir dapat Membatalkan Orang yang Berpuasa?
Pada dasarnya, wasir tidak membatalkan puasa. Seseorang yang mengalami wasir tetap dapat menjalankan ibadah puasa selama kondisinya masih memungkinkan dan tidak mengganggu kesehatan secara serius.
Dilansir dari situs NU Online, anus termasuk rongga yang terbuka, sehingga saat bersuci harus dilakukan secara hati-hati. Namun dalam kasus ambeien atau wasir, masuknya katupdubur dengan cara didorong tidak dapat dihindarkan. Oleh karena itu, dalam hal ini dimaafkan, sehingga tidak membatalkan puasa.

Wasir atau hemoroid merupakan kondisi yang dapat dialami oleh siapa saja dan sering kali menimbulkan rasa tidak nyaman dalam aktivitas sehari-hari. Meski umumnya tidak berbahaya, kondisi ini tetap perlu diperhatikan agar tidak berkembang menjadi lebih serius.
Pada beberapa kasus, wasir yang belum tertangani dengan baik, diperlukan tindakan medis lanjutan di rumah sakit. Oleh karena itu, selain menjaga kesehatan, mempersiapkan perlindungan diri yang memadai juga penting untuk membantu menghadapi beban finansial medis di kemudian hari.
Asuransi PRUWell Medical Syariah dari Prudential Syariah, membantu Anda mendapat perlindungan komplit, mulai dari pengalaman rawat jalan, rawat inap dan tindakan bedah yang berkualitas, mudah, dan nyaman pada jaringan PRUPriority Hospitals di Indonesia hingga seluruh dunia .
PRUWell Medical Syariah tersedia dalam beberapa pilihan plan dengan cakupan wilayah perlindungan yang berbeda-beda. Cakupan wilayah yang berlaku akan mengikuti plan yang dipilih, yaitu:
- Bronze A & Bronze B: Indonesia
- Silver A & Silver B: Asia (kecuali singapura, Jepang, dan Hong Kong)
- Gold: Asia
- Platinum: Seluruh dunia (Kecuali Amerika Serikat)
- Diamond: Seluruh dunia
Selain itu, PRUWell Medical Syariah juga dilengkapi dengan beberapa fasilitas pilihan, yakni:
1. PRUWell Saver
PRUWell Saver adalah fasilitas pilihan yang memungkinkan Pemegang Polis mendapatkan perlindungan dengan Kontribusi yang lebih rendah, jika Pemegang Polis memilih untuk membayar sendiri sejumlah biaya rawat inap hingga batas tertentu sesuai Plan yang dipilih.
2. PRUWell Limit Booster
PRUWell Limit Booster adalah fasilitas pilihan yang dapat Anda gunakan untuk meningkatkan Batas Manfaat Tahunan. PRUWell Limit Booster hanya diberikan satu kali di awal masa Kepesertaan PRUWell Medical Syariah. Namun, apabila pada saat Anda menjalani rawat inap, Anda memilih untuk menempati kamar rumah sakit di bawah Plan yang Anda miliki, maka selisih dari harga kamar tersebut akan ditambahkan pada PRUWell Limit Booster Anda karena #SehatPangkalBisa untuk selengkapnya bisa dicek di sini.
*Penyakit wasir (hemoroid) termasuk dalam kondisi yang dikenakan masa tunggu 12 bulan pertama sejak Tanggal Mulai Kepesertaan, atau tanggal Pemulihan Polis, atau tanggal disetujuinya peningkatan Manfaat Asuransi oleh Pengelola (jika ada) sebagaimana tercantum dalam Endorsemen, tergantung mana yang paling akhir, baik Peserta Yang Diasuransikan telah mengetahui atau tidak mengetahui, termasuk komplikasi yang timbul baik secara langsung maupun tidak langsung. Untuk informasi lebih lanjut, silakan cek Ringkasan Informasi Produk dan Layanan (RIPLAY) Produk.