Stroke adalah kondisi gawat darurat karena terjadi saat aliran darah ke otak terganggu (tersumbat atau pecah pembuluh darah), sehingga sel otak bisa rusak cepat bila tidak segera ditangani.
Berdasarkan penelitian dari Jurnal Internasional Stroke pada Januari 2025, Prevalensi stroke pada usia 15 – 49 tahun ada sebanyak 20.319.000. Dengan kata lain, 22% dari orang yang pernah mengalami stroke dan saat ini masih hidup adalah orang-orang berusia 15–49 tahun. Artinya, stroke di usia muda bukanlah mitos. Tantangannya, tanda awal sering dianggap hanya kelelahan atau kesemutan biasa, sehingga banyak orang terlambat ke IGD.
Karena banyak gejalanya mirip keluhan umum (pusing, kesemutan, pandangan kabur), sehingga orang mengira akan membaik sendiri. Ditambah lagi, banyak orang muda merasa masih kuat, padahal faktor risiko stroke bisa muncul lebih cepat karena gaya hidup dan kondisi medis yang tidak disadari. Kemenkes menegaskan mayoritas kasus stroke dapat dicegah bila faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, dislipidemia, diet tidak sehat, kurang aktivitas fisik, dan stres dikendalikan.
Gejala ini biasanya terlihat saat seseorang tersenyum, tetapi sudut bibirnya turun di satu sisi atau wajah tampak “jatuh” sebelah secara tiba-tiba. Ini bisa terjadi karena pusat saraf yang mengatur otot wajah di otak mengalami gangguan aliran darah, sehingga kontrol otot melemah mendadak.
Stroke usia muda sering diawali rasa baal/kebas di separuh tubuh (wajah/lengan/kaki) atau lengan tiba-tiba berat dan sulit diangkat. Ini terjadi karena jalur saraf motorik atau sensorik di otak terganggu aliran darahnya, sehingga sinyal dari otak ke otot atau dari kulit ke otak tidak berjalan normal.
Tanda yang sering diremehkan adalah bicara mendadak jadi pelo/cadel, sulit menyebut kata sederhana, atau tampak bingung saat diajak bicara. Gangguan ini bisa muncul karena area otak yang mengatur bahasa dan pemahaman mengalami gangguan suplai darah.
Stroke usia muda juga bisa muncul sebagai penglihatan kabur mendadak, melihat objek terlihat berbayang, atau seperti ada “tirai” menutup sebagian pandangan. Banyak orang mengira ini hanya mata lelah atau minus naik, padahal jika aliran darah ke area penglihatan yang diproses oleh otak terganggu, gangguan visual bisa terjadi tiba-tiba.
Pusing yang berbeda dari biasanya, muncul mendadak, disertai jalan sempoyongan, sulit menjaga keseimbangan, atau koordinasi memburuk sering dianggap vertigo biasa. Padahal, area otak yang mengatur keseimbangan/koordinasi sangat sensitif terhadap gangguan aliran darah, sehingga stroke bisa tampil dominan sebagai pusing hebat dan limbung.
Catat jam mulai gejala sedetail mungkin (misalnya “mulai pelo jam 10.15” atau “tangan kiri lemas sejak jam 08.40”). Informasi ini penting karena dokter sering menggunakan waktu awal gejala untuk menentukan pilihan penanganan dan mengejar “window time” terapi agar peluang pemulihan lebih baik.
Begitu muncul kecurigaan stroke, segera ke IGD atau telepon layanan darurat. Jangan menunggu gejala hilang sendiri atau mencoba istirahat dulu, karena keterlambatan bisa membuat kerusakan otak makin luas dan meningkatkan risiko kecacatan.
Kalau Anda atau orang di sekitar sedang limbung, lemah satu sisi, atau pandangan terganggu, jangan memaksakan mengemudi sendiri. Minta bantuan keluarga/teman, atau gunakan ambulans agar perjalanan lebih aman dan penanganan bisa dimulai lebih cepat begitu tiba di fasilitas kesehatan.
Bisa. Penelitian dari Jurnal Internasional Stroke pada 2025 mencatat kasus stroke juga ada pada usia 15–49 tahun meski lebih rendah dibanding lansia, jadi gejala mendadak pada orang muda tetap harus dianggap darurat.
Karena awalnya mirip keluhan umum (pusing, kesemutan, mata lelah) sehingga orang cenderung menunda. Padahal pada stroke, menit-jam pertama sangat menentukan hasil pemulihan.
BE-FAST adalah singkatan untuk mengingat tanda stroke yang perlu ditangani segera:
Jika salah satu tanda muncul tiba-tiba, anggap darurat—jangan menunggu membaik sendiri.
Saat gejala muncul mendadak dan terasa tidak biasa, apalagi lebih dari satu tanda. Jangan menunggu “hilang sendiri” karena penanganan cepat menurunkan risiko disabilitas.
Catat jam/menit awal gejala (waktu onset), misalnya “mulai pelo 10.15”. Ini membantu dokter menentukan opsi terapi sesuai batas waktu penanganan.
Kendalikan faktor risiko (tekanan darah, gula darah, kolesterol), rutin bergerak, dan perbaiki pola makan serta tidur. Bila punya riwayat keluarga/komorbid, lakukan cek kesehatan berkala.
Intinya, gejala stroke bisa datang tiba-tiba bahkan di usia muda, dan keterlambatan penanganan dapat berdampak panjang pada kualitas hidup. Karena itu, selain mengenali tanda bahaya dan segera mencari pertolongan medis, penting juga menyiapkan perlindungan kesehatan agar Anda bisa fokus pada pemulihan tanpa terbebani biaya perawatan.
Siapkan perlindungan kesehatan untuk Anda dan keluarga dengan PRUSehat Syariah dari Prudential Syariah. PRUSehat Syariah hadir sebagai solusi perlindungan kesehatan komprehensif yang dikelola sesuai prinsip syariah untuk memberikan ketenangan di saat Anda paling membutuhkannya. Nikmati berbagai manfaat yang #BeneranPas, mulai dari rawat inap yang nyaman, tindakan bedah, pengobatan rawat jalan, hingga fleksibilitas perlindungan ke berbagai rumah sakit di Asia (kecuali Singapura, Jepang, Hongkong).
Jangan biarkan risiko finansial menghalangi Anda mendapatkan perawatan terbaik. Hubungi Prudential Syariah hari ini untuk mempelajari lebih lanjut bagaimana PRUSehat Syariah dapat memberikan perlindungan untuk Anda dan keluarga!
Sumber :
Produk Terkait