Kanker ginjal jadi salah satu penyakit kritis yang sering terjadi di tengah masyarakat. Dilansir dari Detik Health (2026), Kementerian Kesehatan mengungkapkan bahwa kasus gagal ginjal di Indonesia meningkat secara signifikan. Di tahun 2019-2025, beban pembiayaan untuk penyakit gagal ginjal naik 476,2%.
Penyakit yang satu ini sering disebut sebagai ''silent killer'', sehingga diperlukan kesadaran masyarakat untuk melakukan cek kesehatan secara rutin. Dengan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, masyarakat dapat mendeteksi adanya indikasi gangguan fungsi ginjal sejak dini sehingga pengobatan bisa lebih mudah dilakukan.
Kanker ginjal adalah kondisi medis di mana sel-sel di dalam ginjal tumbuh secara tidak normal dan tidak terkendali. Alih-alih menjalankan fungsinya untuk menyaring darah, sel-sel kaknker ginjal akan tumbuh dan berkembang menjadi tumor ganas yang dapat mengganggu fungsi normal ginjal dalam menyaring darah.
Jika tidak dideteksi sejak dini, sel kanker tersebut dapat menyebar (metastasis) ke organ tubuh lain melalui aliran darah atau sistem getah bening. Penyebaran ini biasanya menyasar organ-organ vital seperti paru-paru, hati, hingga tulang, yang dapat memperumit proses pengobatan.
Dilansir dari situs resmi Universitas Gadjah Mada, Dokter Spesialis Urologi, Dr. dr. Ahmad Zulfan Hendri, Sp.U(K), menjelaskan bahwa jenis kanker ginjal yang paling umum adalah clear cell (sel jernih), yaitu sel tumor yang tampak transparan saat dilihat di bawah mikroskop. Berikut adalah beberapa faktor risiko yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker tersebut:
Zat berbahaya dalam rokok yang masuk ke dalam aliran darah akan disaring oleh ginjal. Paparan zat karsinogenik ini secara terus-menerus dapat memicu perubahan struktur sel pada ginjal dan meningkatkan risiko kanker secara signifikan dibandingkan mereka yang tidak merokok.
Berat badan berlebih dapat memicu perubahan hormon dalam tubuh, termasuk peningkatan kadar insulin. Kondisi ini dapat memengaruhi pertumbuhan sel di area ginjal, sehingga meningkatkan risiko terjadinya tumor ganas atau kanker.
Hipertensi yang tidak terkendali dapat merusak pembuluh darah kecil di dalam ginjal. Kerusakan ini tidak hanya mengganggu fungsi penyaringan, tetapi juga sering kali dikaitkan dengan peningkatan risiko munculnya sel kanker ginjal di masa mendatang.
Jika terdapat anggota keluarga inti yang memiliki riwayat kanker ginjal, seseorang memiliki risiko yang lebih tinggi secara biologis. Hal ini juga berkaitan dengan sindrom genetik tertentu yang diwariskan dalam keluarga.
Kadar gula darah yang tinggi secara kronis dapat memberikan beban tambahan pada ginjal. Jika kondisi ini dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, maka hal ini dapat merusak kesehatan jaringan ginjal secara menyeluruh.
Bagi mereka yang bekerja di lingkungan industri, risiko bisa muncul dari paparan bahan kimia tertentu seperti asbes atau zat logam seperti kadmium (biasanya ada pada baterai). Jika terhirup dalam jangka panjang, zat-zat ini dapat memengaruhi kesehatan sel pada ginjal.
Penggunaan jenis obat tertentu dalam jangka panjang dan dosis tinggi tanpa pengawasan medis, dapat memberikan tekanan berat pada fungsi filtrasi ginjal. Hal ini dapat berisiko memicu masalah kesehatan yang lebih serius.
Baca juga: Autoimun Itu Apa Sih? Kenali Gejala dan Jenis-Jenis Umumnya
Pada dasarnya kanker ginjal pada tahap awal tidak menunjukkan gejala yang spesifik, meskipun sudah mulai menyebar. Namun, saat sel kanker sudah membesar biasanya terdapat beberapa gejala yang bisa dirasakan oleh penderita, di antaranya:
Pengobatan kanker ginjal yang diberikan dokter, akan disesuaikan dengan stadium, letak, ataupun ukuran dari kanker itu sendiri. Berikut beberapa pengobatan kanker ginjal yang umum dilakukan:
Operasi merupakan langkah yang paling umum dilakukan, terutama jika kanker masih berada di area ginjal. Dalam hal ini dokter akan mengangkat sebagian massa tumor saja (partial nephrectomy) untuk mempertahankan fungsi ginjal yang masih sehat, atau mengangkat ginjal secara keseluruhan jika diperlukan.
Bagi pasien yang tidak memungkinkan untuk menjalani operasi besar, metode ablasi bisa jadi alternatif. Prosedur ini dilakukan dengan cara menghancurkan sel kanker menggunakan suhu panas (radiofrequency ablation) atau suhu yang sangat dingin (cryoablation) melalui jarum khusus yang diarahkan ke titik tumor.
Berbeda dengan kemoterapi biasa, terapi ini bekerja secara spesifik untuk menghambat pertumbuhan pembuluh darah baru yang menyokong nutrisi bagi sel kanker. Dengan memutus "jalur makanan" tersebut, perkembangan sel kanker dapat dihambat tanpa merusak banyak sel sehat di sekitarnya.
Metode ini bertujuan untuk meningkatkan kekuatan sistem kekebalan tubuh pasien sendiri agar lebih efektif dalam melawan sel kanker. Imunoterapi sering kali menjadi pilihan bagi pasien kanker ginjal yang sudah mencapai tahap lebih lanjut.
Meskipun sel kanker ginjal cenderung kurang sensitif terhadap radiasi dibandingkan jenis kanker lain, metode ini masih kerap digunakan untuk meredakan gejala yang timbul, seperti nyeri tulang, atau area penyebaran kanker yang spesifik.
Meskipun faktor risiko seperti genetik tidak bisa dicegah, namun beberapa langkah bisa dilakukan untuk memberikan perlindungan ekstra bagi kesehatan ginjal. Berikut beberapa kebiasaan baik yang bisa dimulai dari sekarang:
Hipertensi jadi salah satu pemicu utama kerusakan ginjal. Untuk itu, Anda bisa mulai rutin memantau tekanan darah dan membatasi konsumsi garam harian. Jika Anda memiliki riwayat tekanan darah tinggi, pastikan untuk mengikuti anjuran medis agar kondisi tetap terkendali.
Merokok secara signifikan meningkatkan risiko berbagai jenis kanker, termasuk ginjal. Dengan berhenti merokok, Anda membantu tubuh membuang racun karsinogenik dan memperbaiki aliran darah ke organ-organ vital, termasuk sistem filtrasi pada ginjal.
Kelebihan berat badan dapat memicu ketidakseimbangan hormon yang meningkatkan risiko kanker. Oleh karena itu, Anda perlu menerapkan pola makan bergizi dengan memperbanyak konsumsi serat dari buah dan sayur. Usahakan juga untuk tetap aktif bergerak setidaknya 30 menit setiap hari.
Minum air putih yang cukup dapat membantu ginjal memproses penyaringan racun dari dalam darah. Untuk itu, pastikan tubuh terhidrasi dengan baik dan Batasi konsumsi minuman yang mengandung pemanis buatan atau bahan pengawet.
Hindari kebiasaan mengonsumsi obat-obatan tanpa anjuran dokter dalam jangka panjang. Selalu konsultasikan dengan dokter jika Anda memerlukan pengobatan rutin, supaya pengobatan tetap terkendali.
Deteksi dini adalah perlindungan terbaik bagi seluruh penyakit. Melalui pemeriksaan kesehatan (medical check-up) rutin, kondisi ginjal dapat terpantau dengan lebih baik, sehingga jika ditemukan adanya sel berbahaya, penanganan bisa dilakukan lebih awal sebelum berkembang menjadi serius.
Selain menjaga asupan makanan, kesehatan ginjal juga sangat dipengaruhi oleh kondisi kebugaran tubuh secara umum. Pastikan Anda mendapatkan waktu tidur yang cukup setiap malam dan mengontrol stres dengan baik untuk mencegah timbulnya penyakit yang tidak diinginkan.
Menjaga kesehatan ginjal adalah investasi jangka panjang yang sangat berharga. Dengan menerapkan pola hidup sehat dan meminimalisir faktor risiko, fungsi ginjal dapat terjaga lebih optimal sehingga kualitas hidup kita tetap terlindungi hingga masa mendatang.
Selain menjaga kualitas hidup, perlindungan finansial atas risiko sakit juga sangat penting. Dengan memiliki asuransi kesehatan seperti PRUWell Medical Syariah yang memberikan Anda perlindungan komplit, mulai dari manfaat rawat inap dan pembedahan, rawat jalan, dan pasca rawat inap di PRUPriority Hospital di seluruh dunia sesuai Plan yang dipilih, hingga reward berupa keringanan Kontribusi hingga 20% untuk Masa Kepesertaan yang akan datang dengan fitur PRUWell karena #SehatPangkalBisa. #SehatPangkalBisa.
Produk Terkait