Ulu hati atau epigastrium merupakan bagian yang terletak di bagian bawah tulang dada atau bagian tengah perut atas, dan di atas pusar. Rasa nyeri di ulu hati sering kali menyebabkan penderita merasa tidak nyaman yang bisa menjalar ke bagian punggung, dada, dan tenggorokan.
Nyeri ulu hati bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari gangguan pencernaan ringan, kenaikan asam lambung, hingga tukak lambung. Pada beberapa kasus, nyeri ulu hati sering kali gejalanya mirip dengan keluhan pada organ lain, sehingga membuat penderitanya sulit membedakan penyebabnya.
Jadi, apa yang bisa menyebabkan nyeri pada ulu hati? Untuk mengetahui selengkapnya, berikut informasi yang bisa dipahami.
Nyeri ulu hati tidak selalu terjadi karena masalah lambung. Masalah di berbagai organ lain di sekitarnya sering kali juga menunjukkan gejala serupa, sehingga sulit dibedakan. Berikut beberapa penyebab ulu hati sakit yang perlu diketahui:
Gastritis terjadi ketika lapisan lambung mengalami iritasi atau peradangan akibat infeksi, stres, atau pola makan tidak sehat. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa perih, panas, atau terbakar di area ulu hati.
Gejala radang lambung ini biasanya memburuk saat perut dalam keadaan kosong atau setelah mengonsumsi makanan tertentu.
Selain radang lambung, kenaikan asam lambung juga jadi salah satu pemicu rasa sakit di ulu hati. GERD (Gastro-Esophageal Reflux Disease) muncul ketika asam lambung naik ke kerongkongan, menyebabkan sensasi terbakar di dada dan nyeri di ulu hati. Kondisi ini sering dipicu oleh konsumsi makanan berlemak, asam, atau pedas. Gejalanya juga dapat semakin parah saat berbaring setelah makan.
Dispepsia ditandai dengan rasa tidak nyaman di perut bagian atas, seperti cepat kenyang, kembung, dan sering bersendawa. Penyebabnya bisa berkaitan dengan stres, pola makan buruk, atau kebiasaan makan terlalu cepat.
Tukak lambung adalah luka terbuka pada dinding lambung atau usus dua belas jari yang menyebabkan timbulnya nyeri tajam dan rasa perih. Rasa sakit sering terasa lebih buruk saat perut kosong dan bisa mereda sementara setelah makan. Penyebab utamanya adalah infeksi H. pylori atau konsumsi obat NSAID (Non-Steroid Anti Inflamation Drugs) yang dikenal sebagai obat pereda nyeri.
Pankreatitis menyebabkan nyeri perut bagian atas yang sangat kuat dan dapat menjalar hingga ke punggung. Nyeri biasanya memburuk setelah makan dan disertai mual atau muntah.
Batu empedu dapat menyumbat saluran empedu, yang memicu nyeri hebat menjalar sampai ke punggung atau bahu kanan. Nyeri ini biasanya muncul secara tiba-tiba setelah makan makanan berlemak.
Kesalahan pola makan, seperti makan tidak teratur atau melewatkan waktu makan, dapat memicu peningkatan asam lambung dan menyebabkan nyeri di ulu hati. Selain itu, makan terlalu cepat, makan dalam porsi besar, atau langsung berbaring setelah makan dapat membebani kerja lambung dan memperparah gejala.
Serangan jantung bisa menimbulkan gejala yang mirip dengan nyeri akibat maag, seperti rasa panas atau tertekan di ulu hati, mual, atau keringat dingin ringan. Hal inilah yang membuat beberapa orang sulit membedakan apakah nyeri yang mereka rasakan berasal dari gangguan pencernaan atau masalah jantung. Berikut beberapa perbedaan yang perlu diketahui:
Nyeri ulu hati biasanya muncul secara tiba-tiba dan menimbulkan rasa tidak nyaman, sehingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari jika tidak segera ditangani. Berikut beberapa cara mengatasi ulu hati sakit yang bisa dicoba:
Saat nyeri muncul, segera duduk tegak untuk mengurangi tekanan pada lambung. Istirahat sejenak dapat membantu menenangkan sistem pencernaan dan meredakan rasa tidak nyaman. Hindari berbaring langsung karena bisa memperburuk meningjkatkan risiko maag
Gunakan botol atau bantal hangat di area ulu hati untuk meredakan ketegangan otot. Panas membantu merilekskan otot perut dan mengurangi rasa sakit. Cara ini juga efektif jika disertai rasa mual ringan. Anda bisa melakukan kompres selama 10–15 menit beberapa kali sehari.
Pijat lembut area perut bagian atas dapat membantu meredakan ketegangan otot dan menenangkan lambung. Pijatan ini juga dapat meningkatkan sirkulasi darah di sekitar perut, membantu proses pencernaan, dan mengurangi rasa kembung atau mual ringan.
Jika Anda berbaring, usahakan kepala dan bagian atas tubuh lebih tinggi dari perut. Posisi ini membantu mencegah asam lambung naik ke kerongkongan, sehingga mengurangi sensasi terbakar di ulu hati.
Sakit di ulu hati bisa terjadi karena berbagai faktor, salah satunya pencernaan. Meski begitu rasa sakit di ulu hati sering kali menyerupai gejala penyakit lain, seperti serangan jantung sehingga banyak orang salah menilai tingkat keparahannya. Untuk itu, penting memperhatikan karakter nyeri, gejala penyerta, serta kapan keluhan muncul.
Tingkatkan wawasan Anda, temukan berbagai artikel informatif dari Prudential Syariah dengan topik-topik menarik tentang kesehatan, gaya hidup, hingga keuangan yang bisa memperkaya pengetahuan Anda.
Paling sering karena gangguan lambung seperti gastritis (radang lambung), GERD/asam lambung naik, dispepsia (gangguan pencernaan), atau tukak lambung. Namun nyeri ulu hati juga bisa berasal dari pankreas atau kantong empedu.
Maag cenderung terasa perih/terbakar di ulu hati dan sering dipicu makanan (pedas, asam, berlemak) serta bisa membaik setelah antasida atau makan ringan. Keluhan terkait jantung lebih sering terasa seperti ditekan/berat, dapat menjalar ke lengan kiri/rahang/leher/punggung, dan disertai sesak, keringat dingin, pusing, atau mual.
Coba duduk tegak dan istirahat, hindari langsung berbaring, lakukan kompres hangat 10–15 menit, dan makan dalam porsi kecil bila lambung kosong. Jika Anda punya obat lambung yang biasa diresepkan dokter, gunakan sesuai anjuran.
Makan tidak teratur, porsi besar, makan terlalu cepat, langsung berbaring setelah makan, serta konsumsi makanan pedas/asam/berlemak, kopi, minuman bersoda, dan alkohol dapat memicu keluhan (terutama pada GERD/maag).
Segera periksa jika nyeri sangat berat, menetap atau makin parah, disertai muntah berulang/muntah darah, BAB hitam, demam tinggi, kuning, penurunan berat badan, atau ada gejala yang mengarah ke jantung (nyeri dada menekan, menjalar, sesak napas, keringat dingin, pusing/pingsan).
Sumber: