Biduran menjadi salah satu masalah kulit yang sering terjadi di masyarakat. Biasanya kondisi ini terjadi akibat reaksi alergi terhadap makanan, obat-obatan, dan produk tertentu atau adanya infeksi virus, bakteri, atau jamur.
Munculnya biduran pada seseorang ditandai dengan ruam kemerahan disertai rasa gatal yang dapat menyebar ke beberapa bagian tubuh. Umumnya kondisi ini dapat hilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa jam atau hari.
Lalu, apa sebenarnya yang menjadi pemicu biduran pada seseorang? Untuk mengetahui jawabannya, berikut pembahasan yang bisa dipahami.
Baca juga: Asuransi Kesehatan Syariah: Perlindungan Tepat Sampai dengan Usia Senja
Biduran adalah ruam pada kulit yang muncul akibat reaksi terhadap alergen atau faktor pemicu tertentu, ditandai dengan bentol dan kemerahan disertai rasa gatal. Dalam dunia medis, biduran dikenal dengan istilah urtikaria.
Dalam beberapa kasus umum, biduran bisa terjadi akibat reaksi alergi terhadap suatu pemicu, seperti makanan, bahan kimia, atau obat-obatan tertentu. Bentuk reaksi ini dapat berbeda-beda pada tiap individu, namun umumnya ditandai dengan munculnya bentol berwarna kemerahan yang terasa gatal dan dapat menyebar ke berbagai bagian tubuh.
Dilansir dari jurnal ImunnoRegulation 2023, biduran atau urtikaria bisa disebabkan karena stress yang diderita seseorang. Bahkan rasa gatal yang ditimbulkan akibat kondisi ini dapat memicu stress berkepanjangan, karena saat semakin gatal, penderita akan semakin sering menggaruk, yang pada akhirnya memperburuk kondisi kulit.
Dalam kondisi normal, biduran yang terjadi pada seseorang bisa hilang dalam hitungan jam atau hari. Namun di kondisi yang lebih parah, biduran bisa terjadi selama berbulan-bulan. Berikut penyebab biduran yang perlu diketahui.
Biduran akut adalah jenis biduran yang berlangsung dalam hitungan hari hingga satu bulan. Berikut beberapa penyebab biduran akut secara umum:
Gigitan serangga atau tungau
Serbuk sari atau debu
Bulu hewan
Makanan atau minuman yang bisa menyebabkan alergi
Infeksi virus
Infeksi bakteri
Obat-obatan dan bahan kimia
Alergi bahan tertentu
Biduran kronis adalah kondisi biduran yang terjadi secara berulang, setidaknya dua kali dalam seminggu selama 6 minggu berturut-turut. Berikut beberapa penyebab biduran kronis:
Cuaca ekstrem panas/ dingin
Konsumsi makanan/ minuman tertentu
Infeksi virus
Obat-obatan
Biduran memiliki sejumlah gejala khas yang dapat dikenali dengan cukup mudah. Gejala ini umumnya muncul pada permukaan kulit dan sering kali disertai rasa tidak nyaman. Berikut adalah beberapa ciri-ciri biduran yang umum terjadi:
Munculnya bentol-bentol atau ruam pada kulit yang bisa berwarna merah atau lebih pucat dari kulit di sekitarnya
Rasa gatal yang intens dan kadang disertai rasa panas atau perih
Bentol bisa berubah-ubah lokasi atau menyebar ke bagian tubuh lainnya
Ukuran bentol bisa bervariasi, dari yang kecil seperti gigitan serangga hingga besar dan menyatu
Ruam biasanya hilang dalam beberapa jam, namun bisa muncul kembali di tempat lain
Dalam beberapa kasus, disertai dengan pembengkakan pada wajah, bibir, tangan, atau kelopak mata (angioedema)
Kulit yang terkena bisa terasa lebih hangat saat disentuh
Pada umumnya biduran bisa sembuh dengan sendirinya. Namun dalam beberapa kondisi, biduran membutuhkan penanganan yang tepat supaya tidak menjadi masalah yang lebih serius. Berikut beberapa cara mengatasi biduran yang bisa dicoba.
Mengompres area kulit yang mengalami biduran dengan air dingin atau es batu, dapat membantu meredakan rasa gatal dan peradangan. Suhu dingin bekerja dengan cara menenangkan saraf di permukaan kulit, serta membantu mengurangi pembengkakan.
Antihistamin merupakan jenis obat yang paling umum digunakan untuk meredakan biduran, karena bekerja dengan menghambat pelepasan histamin atau zat kimia dalam tubuh yang memicu reaksi alergi.
Meski begitu, untuk penggunaan jangka panjang Anda disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga medis.
Lotion antigatal bisa menjadi salah satu cara efektif untuk meredakan gejala biduran, terutama rasa gatal yang mengganggu. Jenis lotion seperti calamine, mengandung zinc oxide dan ferric oxide yang bersifat menenangkan kulit. Calamine bekerja dengan memberikan efek dingin dan mengurangi rasa gatal serta kemerahan pada kulit.
Jika biduran tidak membaik dalam beberapa hari, sering kambuh, atau disertai gejala berat seperti pembengkakan pada wajah dan bibir, sesak napas, atau pusing, sebaiknya segera mencari pertolongan medis.
Gejala tersebut bisa menjadi tanda dari reaksi alergi serius yang memerlukan penanganan darurat. Diagnosis dari dokter juga akan membantu menentukan penyebab pasti dan pengobatan yang paling sesuai.
Meskipun biduran bisa disebabkan oleh banyak faktor, namun menghindari beberapa pemicunya bisa menjadi cara yang efektif untuk mencegah terjadinya masalah kulit yang satu ini. Berikut beberapa cara mencegah biduran.
Jika belum mengetahui penyebab dari biduran yang terjadi, Anda bisa mencatat pola munculnya biduran lewat food diary atau catatan harian alergi agar lebih mudah mengenal pemicunya.
Tanpa disadari, kebiasaan hal-hal disekitar bisa jadi pemicu timbulnya biduran, seperti makan makanan tertentu, debu, udara dingin, stres, atau obat-obatan dan produk bahan kimia yang biasa digunakan.
Daya tahan tubuh lemah bisa membuat tubuh lebih rentan terhadap reaksi alergi. Oleh karena itu, pastikan Anda menjaga pola makan seimbang, tidur cukup, rutin berolahraga, serta menghindari stres berlebihan. Selain itu, rawat kulit dengan baik agar tetap sehat dan tidak mudah iritasi.
Gesekan berlebihan dari pakaian ketat, bahan kasar, atau suhu panas bisa memicu munculnya biduran, terutama pada orang yang memiliki kulit sensitif. Pilih pakaian berbahan lembut, longgar, dan menyerap keringat untuk aktivitas sehari-hari.
Paparan suhu dingin atau panas yang ekstrem dapat memicu biduran, terutama pada kasus cold urticaria atau heat urticaria. Jika harus beraktivitas di luar ruangan, lindungi kulit Anda dengan pakaian yang nyaman, supaya kulit tidak langsung terpapar dengan suhu luar.
Beberapa produk seperti sabun, deterjen, parfum, atau kosmetik bisa mengandung bahan kimia yang memicu reaksi alergi atau iritasi. Untuk itu, Anda bisa memilih produk yang berlabel “hypoallergenic” jika dirasa memiliki kulit yang sensitif.
Biduran merupakan reaksi alergi yang ditandai dengan munculnya ruam merah di kulit yang disertai rasa gatal. Umumnya masalah kulit ini tidak berbahaya dan bisa hilang dengan sendirinya. Meskipun begitu, Anda tetap perlu mengetahui faktor pemicunya untuk menghindari terjadinya biduran pada diri Anda.
Masih banyak informasi menarik seputar dunia kesehatan yang bisa Anda eksplor. Yuk, baca artikel-artikel lain dari Prudential Syariah dan temukan berbagai tips, inspirasi, serta panduan hidup sehat untuk menambah wawasan Anda.
Sumber: