Mendekati hari raya Idul Adha, banyak umat Muslim mulai mempersiapkan amalan terbaiknya, salah satunya adalah Puasa Arafah yang jatuh pada tanggal 9 Zulhijah. Puasa sunnah yang satu ini diketahui memiliki banyak keutamaan, salah satunya dapat menghapus dosa selama satu tahun.
Namun, bagi Anda yang masih memiliki tanggungan utang puasa Ramadan, sering kali muncul kebimbangan: "Bolehkah Puasa Arafah digabung dengan Qadha Ramadan?" Apakah kita bisa mendapatkan pahala sunnah sekaligus melunasi kewajiban dalam satu hari?
Simak ulasan tuntas mengenai hukum, niat, dan tata caranya berikut ini.
Melansir dari website resmi Nahdlatul Ulama (NU) yang disampaikan oleh Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU), mengqadha puasa Ramadan dengan puasa Arafah hukumnya tetap sah. Orang yang menjalankannya tetap mendapat pahala dari puasa sunnah yang dijalankan.
Beberapa ulama juga sudah memperbolehkan seseorang menggabungkan kedua niat puasa, wajib (ganti) dan puasa sunnah. Seperti yang disampaikan Imam As-Suyuti, berikut:
صَامَ فِي يَوْمِ عَرَفَة مَثَلًا قَضَاء أَوْ نَذْرًا، أَوْ كَفَّارَة ; وَنَوَى مَعَهُ الصَّوْم عَنْ عَرَفَة، فَأَفْتَى الْبَارِزِيُّ بِالصِّحَّةِ، وَالْحُصُولِ عَنْهُمَا،
Artinya: “Berpuasa di hari Arafah seperti puasa Qadha, Nadzar, atau Kafarat, dan berniat puasa Sunnah Arafah, maka Imam Al-Barizi menyatakan sah dan mendapatkan keduanya.” (Imam As-Suyuti, Al-Asbah wa Al-Nadzair, halaman 22, dilansir dari NU Online).
Melaksanakan Puasa Arafah pada tanggal 9 Zulhijah bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah kesempatan emas untuk meraih keberkahan yang luar biasa. Berikut beberapa keutamaannya:
Keutamaan yang paling dikenal dari puasa Arafah adalah jaminan pengampunan dosa. Rasulullah saw. memberikan kabar gembira kepada manusia, bahwa puasa satu hari ini dapat menghapuskan dosa setahun yang telah lalu dan setahun yang akan datang.
“Puasa Arafah aku berharap kepada Allah agar dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR Muslim)
Hari Arafah adalah momen di mana Allah Swt. memberikan rahmat-Nya secara melimpah. Pada hari ini, Allah membebaskan hamba-hamba-Nya dari siksa api neraka lebih banyak dibandingkan hari-hari lainnya dalam setahun.
Sebaik-baik doa adalah doa yang dipanjatkan pada hari Arafah. Meskipun keutamaan ini sangat ditekankan bagi jemaah haji yang sedang wukuf, umat Muslim yang sedang berpuasa di rumah pun berada dalam kondisi ibadah yang sangat dicintai Allah, sehingga doa-doanya lebih mudah dikabulkan.
Puasa Arafah merupakan puncak dari rangkaian amalan di awal bulan Zulhijjah. Memperbanyak amal saleh di waktu ini diketahui memiliki nilai pahala yang lebih besar daripada berjihad di jalan Allah Swt., kecuali bagi mereka yang berangkat jihad dengan harta dan nyawanya lalu tidak kembali lagi (syahid).
Menjalankan puasa Arafah dapat menjadi wujud kecintaan kita kepada Nabi Muhammad saw. Beliau senantiasa menjaga puasa ini sebagai amalan rutin tahunan, sehingga mengikutinya merupakan jalan untuk meraih syafaat dan keberkahan hidup.
Waktu pelaksanaan puasa Arafah
Puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, bersamaan dengan saat jemaah haji sedang melaksanakan wukuf di Padang Arafah. Momen ini merupakan puncak dari ibadah haji, di mana jutaan umat Muslim berkumpul untuk berdoa dan berdzikir.
Bagi umat Muslim yang tidak sedang menjalankan ibadah haji, disunnahkan untuk ikut menghidupkan hari istimewa tersebut dengan berpuasa.
Sehari sebelum puasa Arafah, tepatnya pada 8 Dzulhijjah umat Muslim juga disunnahkan untuk melaksanakan Puasa Tarwiyah. Puasa ini merupakan rangkaian ibadah sunnah di bulan Zulhijah yang dilaksanakan sebelum memasuki hari Arafah.
Niat puasa Arafah
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
(Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta’ala)
"Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala."
Puasa Arafah merupakan amalan istimewa yang sangat dianjurkan bagi umat Islam, karena puasa sunnah ini memiliki kesempatan besar untuk meraih ampunan dosa dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt.
Boleh. Menggabungkan puasa Arafah dengan qadha Ramadan hukumnya sah dan diperbolehkan menurut para ulama.
Ya. Selain melunasi kewajiban qadha Ramadan, seseorang tetap mendapatkan keutamaan dan pahala puasa sunnah Arafah.
Niat qadha Ramadan cukup dilakukan sejak malam hari. Jika disertai niat puasa Arafah, maka keduanya sah dan bernilai ibadah.