Kelenjar getah bening merupakan organ yang berperan penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh. Jika sedang melawan infeksi, kelenjar getah bening bisa membengkak, sebagai respons terhadap keberadaan mikroorganisme asing, seperti bakteri, virus, atau parasit yang masuk ke dalam tubuh.
Pembengkakan kelenjar getah bening bisa terjadi di sejumlah area tubuh, seperti leher maupun ketiak, tergantung pada tempat terjadinya infeksi. Meski seringkali tidak berbahaya dan bisa mengecil dengan sendirinya, namun di kondisi lain pembengkakan getah bening bisa jadi pertanda adanya kondisi medis yang lebih serius.
Jadi, apa yang menyebabkan kelenjar getah bening membengkak? dan bagaimana dampaknya untuk sistem tubuh? untuk mengetahui jawabannya, simak informasi selengkapnya dalam artikel berikut ini!
Pada dasarnya kelenjar getah bening merupakan bagian dari sistem limfatik yang berfungsi sebagai filter terhadap zat asing, seperti bakteri, virus, maupun sel abnormal lain yang masuk ke dalam tubuh. Dalam suatu kondisi, kelenjar getah bening bisa mengalami pembengkakan akibat berbagai penyebab, seperti:
Pembengkakan kelenjar getah bening tidak terjadi begitu saja. Umumnya kondisi ini disebabkan karena beberapa penyebab yang telah dijelaskan sebelumnya.
Tanda dan gejala yang akan dirasakan pada saat terjadi pembengkakan kelenjar getah bening tergantung pada penyebab utama tersebut.
Tanda dan gejala yang dapat muncul bersamaan dengan pembengkakan tersebut antara lain adalah :
Pada dasarnya pengobatan kelenjar getah bening tergantung pada penyebabnya. Oleh karena itu harus dilakukan pemeriksaan medis mendalam untuk mengetahui penyebab dan penanganan yang tepat.
Misalnya, pembengkakan terjadi karena adanya infeksi bakteri, bisa diatasi dengan pemberian antibiotik yang sesuai dengan jenis bakteri penyebabnya sesuai anjuran dokter. Atau jika pembengkakan kelenjar getah bening yang disebabkan oleh kanker dapat diatasi dengan menjalani kemoterapi sesuai dengan jadwal yang telah diberikan oleh dokter yang merawat.
Namun, Selain mengatasi penyebab dari pembengkakan kelenjar getah bening. Terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri dan rasa tidak nyaman maupun beberapa gelaja lain yang muncul bersamaan dengan pembengkakan kelenjar getah bening, diantaranya adalah :
Pencegahan kelenjar getah bening bisa dilakukan dengan menghindari faktor risikonya. Berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan.
Pembengkakan kelenjar getah bening umumnya merupakan respons tubuh terhadap infeksi atau kondisi medis tertentu. Oleh karena itu, pencegahannya berkaitan erat dengan upaya menjaga kesehatan secara menyeluruh, terutama sistem kekebalan tubuh.
Hal ini dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya akan vitamin dan mineral. Perbanyak asupan buah dan sayur, rutin berolahraga minimal 30 menit per hari, serta mengelola stres dengan baik melalui aktivitas positif.
Tangan merupakan media paling umum dalam menyebarkan kuman karena sering bersentuhan dengan berbagai permukaan yang mungkin terkontaminasi. Oleh karena itu, untuk mencegah penyebaran kuman, jagalah tangan Anda tetap bersih dengan membiasakan diri untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama setelah beraktivitas di luar rumah, sebelum makan, dan setelah menggunakan toilet.
Berada terlalu dekat atau melakukan kontak langsung dengan orang yang sedang mengalami infeksi menular, seperti flu, batuk, atau tuberkulosis, dapat meningkatkan risiko penularan.
Anda bisa menggunakan masker untuk mencegah masuknya virus atau bakteri yang bisa memicu pembengkakan kelenjar getah bening sebagai reaksi tubuh terhadap infeksi.
Meski bukan pencegahan secara langsung, namun menurut WHO, (2024) vaksinasi merupakan salah satu bentuk pengurangan risiko terhadap berbagai penyakit menular, seperti influenza, campak, atau HPV, yang dapat menyebabkan reaksi pada kelenjar getah bening.
Pemeriksaan medis secara berkala penting untuk mendeteksi dini adanya infeksi atau gangguan sistem kekebalan tubuh. Dengan begitu, penanganan bisa dilakukan lebih cepat sebelum kondisi berkembang menjadi lebih serius.
Jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter jika mengalami gejala seperti pembengkakan kelenjar yang tidak kunjung membaik, demam, atau penurunan berat badan tanpa sebab.
Jika Anda mengalami pembengkakan di salah satu area tubuh yang tak kunjung menghilang, atau justru malah semakin membesar, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebab pastinya.
Selain itu, ada beberapa kondisi yang juga mengharuskan Anda segera ke dokter, seperti pembengkakan yang terasa keras, tidak bergerak, atau disertai rasa nyeri hebat. Jika pembengkakan disertai demam tinggi, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, keringat malam yang berlebihan, hal ini juga perlu mendapatkan perhatian medis segera.
Baca juga: Waspadai! Gejala Psoriasis dan Cara Tepat Mengatasinya
Demikian informasi mengenai penyebab pembengkakan kelenjar getah bening yang perlu diketahui. Pada dasarnya, kelenjar getah bening berfungsi sebagai filter dalam sistem kekebalan tubuh untuk menyaring virus maupun zat asing, sehingga jika ia terinfeksi maka akan membengkak sebagai respons terhadap infeksi atau peradangan.
Meski secara umum dapat hilang dengan sendirinya, namun jika gejala tak kunjung mereda maka diperlukan pemeriksaan medis lebih lanjut.
Kesehatan Anda dan keluarga adalah prioritas utama. Namun, risiko kesehatan seperti pembengkakan kelenjar getah bening bisa datang tanpa tanda. PRUSehat Syariah dari Prudential Syariah hadir untuk membantu menjaga diri Anda dan keluarga yang tercinta dari risiko sakit yang tidak terduga. Persiapkan perlindungan hari ini, untuk ketenangan di masa depan.
Nikmati berbagai manfaat #BeneranPas, mulai dari rawat inap yang nyaman, pengobatan rawat jalan, hingga fleksibilitas perlindungan ke berbagai rumah sakit di Asia (kecuali Singapura, Jepang, Hongkong). Tunggu apalagi? Siapkan perlindungan terbaik untuk Anda dan keluarga sekarang juga.
Sumber:
Produk Terkait