Bronkitis merupakan peradangan yang terjadi pada bronkus (saluran penghubung antara trakea dan paru-paru). Kondisi ini menyebabkan dinding bronkus membengkak dan menghasilkan lendir berlebih. Gejala awal yang paling umum adalah batuk berdahak, yang muncul sebagai respons tubuh untuk membersihkan penumpukan lendir tersebut.
Meski gejalanya terbilang umum, namun penyakit bronkitis yang tidak segera ditangani bisa berubah menjadi masalah pernapasan serius, seperti pneumonia. Peradangan yang terus berlangsung membuat paru-paru bekerja lebih berat, sehingga infeksi lebih mudah menyebar dan memperburuk kondisi penderita.
Jadi, apa perbedaan antara gejala bronkitis dengan batuk biasa? Untuk mengetahui selengkapnya, simak informasi berikut ini!
Pada dasarnya bronkitis terjadi akibat peradangan pada saluran bronkus yang menyebabkan peningkatan produksi lendir. Kondisi ini mengganggu aliran udara dan merangsang refleks batuk sebagai mekanisme tubuh untuk mengeluarkan lendir dari saluran napas. Batuk pada penderita dapat berlangsung lama apabila penyebab peradangan tidak segera ditangani.
Bronkitis dapat dipicu oleh berbagai faktor, baik yang berasal dari infeksi maupun noninfeksi. Berikut beberapa penyebabnya:
Secara umum bronkitis bisa terjadi dalam dua jenis, yaitu bronkitis akut dan bronkritis kronis. Berikut perbedaan antara keduanya:
Penyebab infeksi bronkitis akut umumnya adalah virus yang sama dengan penyebab Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), salah satunya rhinovirus. Bronkitis akut bisa muncul ketika gejala ISPA tidak membaik dan justru menyebar ke bronkus, sehingga menyebabkan peradangan dan batuk berdahak.
Dahak yang terkumpul di saluran pernapasan merupakan respon alami tubuh dalam melawan infeksi bakteri atau virus. Lendir ini membantu menangkap kuman dan partikel asing sehingga memudahkan tubuh untuk membersihkan saluran napas.
Kondisi ini biasanya berlangsung sementara sekitar 1 hingga 3 minggu, meskipun batuk bisa bertahan lebih lama pada beberapa orang.
Bronkitis kronis merupakan peradangan jangka panjang pada bronkus yang berlangsung minimal tiga bulan dalam setahun dan dapat berulang selama dua tahun berturut-turut. Penyebab utamanya bukan infeksi, melainkan iritasi kronis pada saluran napas akibat rokok, polusi udara, atau paparan zat berbahaya lainnya.
Peradangan yang terus-menerus ini membuat saluran napas menghasilkan lendir berlebih, sehingga penderitanya mengalami batuk berdahak yang persisten. Kondisi ini membuat batuk menjadi gejala utama dan bisa berlangsung bertahun-tahun jika pemicu iritasi tidak dihilangkan.
Baca juga: Anemia Aplastik: Penyebab,Gejala, dan Penanganannya
Gejala bronkitis bisa berbeda-beda pada tiap orang, tergantung pada jenis yang dialaminya. Namun ada beberapa gejala yang umum dialami oleh penderita bronkitis, baik akut maupun kronis, yakni:
Batuk merupakan gejala utama pada penderita bronkitis. Pada bronkitis akut, batuk biasanya muncul tiba-tiba dan bisa disertai dahak bening, kuning, atau kehijauan. Sedangkan pada bronkitis kronis, batuk cenderung persisten dan berlangsung lama, bahkan berbulan-bulan.
Peradangan dan penumpukan lendir di bronkus membuat aliran udara terganggu, sehingga penderita sering merasa sesak atau napasnya lebih cepat.
Penderita mungkin merasakan tekanan atau nyeri ringan di dada akibat batuk yang terus-menerus dan peradangan saluran napas.
Pada bronkitis akut, beberapa orang mengalami demam ringan, pegal, dan rasa lelah karena tubuh sedang melawan infeksi.
Meski gejala ini tidak selalu muncul, namun suara serak dan hidung tersumbat biasanya terjadi jika bronkitis berkembang setelah Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA). Kondisi ini membuat saluran napas bagian atas ikut meradang, sehingga suara menjadi serak dan pernapasan terasa kurang nyaman.
Batuk merupakan gejala umum dari berbagai kondisi, tetapi ada beberapa ciri yang membedakan batuk biasa dengan batuk akibat bronkitis:
Batuk biasa pad umumnya berlangsung singkat, hanya beberapa hari hingga satu minggu, dan cenderung membaik dengan sendirinya tanpa penanganan khusus.
Sebaliknya, batuk akibat bronkitis cenderung lebih lama. Pada bronkitis akut, batuk bisa bertahan beberapa minggu, sementara pada bronkitis kronis, batuk dapat berlangsung berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun jika pemicu iritasi tidak dihilangkan.
Pada batuk biasa, dahak jarang muncul dan jika ada, biasanya berwarna bening. Hal ini berbeda dengan batuk bronkitis, yang sering disertai dahak kental berwarna putih, kuning, atau kehijauan.
Batuk biasa umumnya tidak menimbulkan gejala lain selain rasa tidak nyaman di tenggorokan. Sementara itu, batuk bronkitis sering disertai dengan sesak napas, nyeri atau tekanan di dada, kelelahan, suara serak, dan kadang demam ringan.
Pemicu batuk biasa dengan batuk akibat bronkitis juga berbeda. Batuk biasa sering dipicu oleh pilek, karena produksi lendir yang meningkat akan mengalir ke belakang tenggorokan dan menimbulkan iritasi yang merangsang refleks batuk. Selain itu, alergi, udara kering, serta paparan debu dalam waktu singkat juga dapat memicu batuk.
Sedangkan batuk bronkitis bisa dipicu oleh infeksi virus atau bakteri pada bronkitis akut, atau iritasi kronis akibat rokok, polusi udara, dan paparan zat kimia.
Bronkitis merupakan peradangan pada bronkus (saluran penghubung antara trakea dan paru-paru) yang menyebabkan dinding bronkus membengkak dan menghasilkan lendir berlebih.
Bronkitis dapat dipicu infeksi (misalnya virus influenza, RSV, adenovirus, rhinovirus, atau bakteri tertentu) maupun noninfeksi seperti asap rokok, polusi udara, dan paparan bahan kimia.
Bronkitis akut umumnya disebabkan infeksi dan berlangsung sementara. Bronkitis kronis merupakan peradangan jangka panjang akibat iritasi kronis (misalnya rokok/polusi) yang dapat berulang.
Umumnya sekitar 1 hingga 3 minggu, meskipun batuk bisa bertahan lebih lama pada beberapa orang.
Gejala yang umum meliputi batuk berdahak, sesak napas atau napas tersengal, rasa tidak nyaman/nyeri dada, serta pada bronkitis akut dapat disertai demam ringan dan kelelahan.
Meskipun bronkitis gejalanya mirip dengan batuk biasa, namun kondisi ini perlu perhatian lebih, terutama jika batuk tak kunjung sembuh dalam waktu lama. Sebab jika dibiarkan, bronkitis bisa berkembang menjadi masalah pernapasan yang lebih serius, seperti pneumonia atau kerusakan permanen pada saluran udara.
Untuk memastikan kesehatan Anda dan keluarga aman dari persoalan finansial, pastikan Anda sudah memiliki perlindungan kesehatan yang memadai seperti PRUSehat Syariah dari Prudential Syariah.
Dapatkan kenyamanan fasilitas rawat inap dan rawat jalan yang #BeneranPas, sesuai kebutuhan Anda hingga ke berbagai negara Asia (kecuali Singapura, Jepang, dan Hongkong).
*Produk PRUSehat Syariah terdapat pengecualian untuk kelainan bawaan, cacat lahir, kelainan/keterlambatan perkembangan atau penyakit keturunan (hereditary disease). Info selengkapnya bisa cek disini.
Sumber:
Produk Terkait