Memasuki sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, umat Muslim di seluruh dunia dianjurkan untuk memperbanyak amalan salih, salah satunya adalah berpuasa. Di antara hari-hari tersebut, terdapat dua hari yang sangat istimewa, yaitu hari Tarwiyah (8 Dzulhijjah) dan hari Arafah (9 Dzulhijjah).
Pada dua hari tersebut, umat Muslim dianjurkan untuk berpuasa. Keutamaan puasa Arafah diyakini sebagai salah satu amalan sunnah yang paling agung karena mampu menghapuskan dosa-dosa seorang hamba dalam kurun waktu yang panjang.
Simak berbagai keutamaannya dalam artikel berikut ini!

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah
Bulan Dzulhijjah hadir membawa ruang bagi umat Muslim untuk memperbanyak amal kebajikan, sekaligus menjadi momen berlangsungnya ibadah haji di Tanah Suci. Dalam bulan ini, terdapat dua puasa sunah yang memiliki kedudukan istimewa, yaitu puasa Tarwiyah dan puasa Arafah. Berikut beberapa keutamaannya:
1. Penghapusan Dosa Dua Tahun
Salah satu keutamaan puasa Arafah yang paling dikenal, yakni adanya jaminan pengampunan dosa. Berdasarkan sabda Rasulullah saw.:
“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim)”
Berdasarkan hadis tersebut, dapat diketahui bahwa seseorang yang melaksanakan puasa Tarwiyah dan Arafah diyakini akan diampuni dosa-dosanya selama dua tahun. Oleh karena itu, ini jadi kesempatan bagi setiap umat Muslim untuk membersihkan diri dari kekhilafan dan memulai lembaran baru yang lebih baik.
2. Pelipatgandaan Pahala Amalan
Setiap amal salih yang dilakukan pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah, termasuk saat puasa Tarwiyah dan Arafah, akan dilipatgandakan. Melaksanakan puasa di waktu-waktu ini merupakan bentuk kesungguhan dalam beribadah, sehingga nilai pahalanya jauh lebih berat timbangan amalnya dibandingkan hari-hari biasa.
3. Pembebasan dari Api Neraka
Hari Arafah merupakan waktu di mana Allah Swt. paling banyak membebaskan hamba-Nya dari siksa api neraka. Dengan menjalankan puasa, seorang Muslim menunjukkan ketundukan dan harapan yang besar agar termasuk ke dalam golongan orang-orang yang mendapatkan kemerdekaan dari siksa tersebut.
4. Pengabulan Doa-Doa Terbaik
Keutamaan lain dari momen ini adalah kemustajaban doa. Saat berpuasa di hari Arafah, lisan dan hati yang terjaga membuat doa-doa yang dipanjatkan lebih mudah dikabulkan. Momen ini adalah saat yang tepat untuk memohon keberkahan, keselamatan, serta perlindungan bagi diri sendiri maupun keluarga tercinta.
Baca juga: Bisakah Puasa Arafah Digabung dengan Qadha Puasa Ramadan? Simak Penjelasannya
Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah
Bulan Dzulhijjah memberikan kesempatan bagi setiap Muslim untuk meraih pahala yang dilipatgandakan dan penghapusan dosa melalui amalan puasa. Berikut lafal niat yang dapat dibaca pada malam hari atau sebelum waktu subuh tiba:
1. Niat Puasa Tarwiyah
“Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala”
Artinya: "Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala".
2. Niat Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)
“Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta’ala”
Artinya: "Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala".
Tata Cara Pelaksanaan Puasa Tarwiyah dan Arafah
Secara umum, tata cara pelaksanaan kedua puasa sunnah ini sama dengan puasa pada umumnya. Berikut adalah langkah-langkah ringkasnya:
- Niat: Menetapkan niat di dalam hati untuk menjalankan puasa sunnah Tarwiyah atau Arafah. Niat dapat dilafalkan pada malam hari atau hingga sebelum waktu zuhur selama belum mengonsumsi apa pun.
- Sahur: Sangat dianjurkan untuk makan sahur guna menjaga stamina tubuh selama berpuasa, terutama bagi Anda yang tetap harus produktif bekerja.
- Menahan Diri: Menjaga diri dari hal-hal yang membatalkan puasa (makan, minum, dan lainnya) serta menahan hawa nafsu dari terbit fajar (subuh) hingga terbenam matahari (magrib).
- Menjaga Lisan dan Perbuatan: Untuk meraih pahala yang sempurna, hindari perbuatan tercela seperti berbohong atau menggunjing.
- Berbuka Puasa: Menyegerakan berbuka saat waktu magrib tiba dengan membaca doa berbuka puasa.
Waktu Pelaksanaan Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026
Berdasarkan kalender Hijriah dan perkiraan hisab, jadwal pelaksanaan puasa sunnah menjelang Iduladha 1447 H di Indonesia diperkirakan jatuh pada:
- Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah 1447 H): Senin, 25 Mei 2026 atau Selasa, 26 Mei 2026.
- Puasa Arafah (9 Dzulhijjah 1447 H): Selasa, 26 Mei 2026 atau Rabu, 27 Mei 2026.
Catatan: Penetapan resmi tanggal 1 Dzulhijjah di Indonesia biasanya akan diumumkan oleh pemerintah melalui Sidang Isbat Kementerian Agama RI.

Puasa Tarwiyah dan Arafah tidak hanya mengajarkan keutamaan ibadah dan pengendalian diri, tetapi juga menjadi pengingat akan makna perjalanan spiritual umat Muslim menuju Tanah Suci. Bulan Dzulhijjah sering menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat niat dan mempersiapkan diri, baik secara spiritual maupun finansial.
Selain persiapan spiritual melalui puasa sunah, lengkapi juga perencanaan biaya perjalanan Ibadah Haji dengan perlindungan dari produk Asuransi Jiwa Syariah PRUSafar Plan dari Prudential Syariah yang menawarkan beberapa pilihan plan (Plan AMAN, SAFWAH, SAFWAH PLUS, dan ELITE) yang juga dilengkapi dengan perlindungan jiwa optimal untuk ketenangan dan kenyamanan sebelum dan saat melaksanakan Ibadah Haji. Khusus pada Plan AMAN, tersedia pilihan Manfaat Dana Tahap Awal untuk mendukung pembayaran uang muka biaya Haji dan fitur Percepatan Manfaat untuk menunjang pembayaran biaya Haji lebih awal serta memberikan ekstra Perlindungan selama 1 tahun setelah Percepatan Manfaat dibayarkan.
PRUSafar Plan merupakan produk bancassurance yang dipasarkan melalui kemitraan Prudential Syariah dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). Pengajuan asuransi PRUSafar Plan dapat dilakukan di cabang-cabang BSI.
Cek detail manfaat produknya di sini!
FAQ (Frequently Asked Questions) tentang Puasa Tarwiyah dan Arafah
1. Apa itu puasa Tarwiyah dan Arafah?
Puasa Tarwiyah dan Arafah adalah puasa sunah yang dilaksanakan pada 8 dan 9 Dzulhijjah sebelum Iduladha.
2. Apa keutamaan puasa Arafah?
Puasa Arafah dikenal memiliki keutamaan besar, salah satunya menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
3. Kapan puasa Tarwiyah dan Arafah dilaksanakan?
Puasa Tarwiyah dilakukan pada 8 Dzulhijjah, sedangkan puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah sesuai penetapan kalender Hijriah.
4. Bagaimana niat puasa Tarwiyah dan Arafah?
Niat puasa Tarwiyah dan Arafah dibaca untuk menjalankan puasa sunah karena Allah Ta’ala, baik pada malam hari maupun sebelum waktu tertentu sesuai ketentuan puasa sunah.
5. Apakah tata cara puasa Tarwiyah dan Arafah berbeda dengan puasa biasa?
Secara umum, tata caranya sama seperti puasa pada umumnya, yaitu berniat, sahur, menahan diri dari hal yang membatalkan puasa, dan berbuka saat magrib.