Waktu pemberian vaksin HPV sebaiknya dilakukan sedini mungkin, untuk mencegah timbulnya penyakit yang disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV). Virus ini dapat menyerang tubuh tanpa menimbulkan gejala awal yang jelas dan berisiko menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, salah satunya kanker serviks.
Berdasarkan informasi dari situs kementerian kesehatan, vaksin HPV bertujuan untuk menurunkan angka kanker leher rahim menjadi 4: 100.000 penduduk per tahun pada tahun 2030, dengan sasaran utama program ini adalah anak perempuan berusia 9-14 tahun.
Jadi, kapan waktu yang tepat untuk vaksin HPV? Simak selengkapnya dalam artikel berikut ini!
Vaksin HPV (Human Papillomavirus) adalah jenis vaksin yang dirancang khusus untuk melindungi tubuh dari infeksi virus HPV. Virus ini sangat umum dan dapat menular melalui kontak kulit ke kulit, terutama aktivitas seksual.
HPV bukan hanya satu jenis virus, melainkan kelompok yang terdiri dari lebih dari 200 jenis virus. Beberapa di antaranya “berisiko tinggi” karena dapat menyebabkan perubahan sel yang memicu kanker dalam jangka panjang.
Vaksin HPV penting untuk dilakukan, karena ia dapat menjadi cara utama untuk melawan kanker serviks. Melalui vaksin HPV, tubuh dapat membentuk perlindungan terhadap virus tersebut sehingga risiko terjadinya kanker serviks dapat dicegah sejak dini.
Selain kanker serviks, HPV juga dapat menyebabkan jenis kanker lainnya, seperti kanker anus, vulva, vagina, mulut/tenggorokan.
Vaksin HPV terdiri dari beberapa jenis, masing-masing memiliki cakupan perlindungan dan keunggulan yang berbeda. Berikut jenis-jenis dari vaksin HPV:
Vaksin ini dirancang khusus untuk menyasar dua tipe virus HPV yang paling berisiko tinggi.
Vaksin ini memberikan perlindungan yang lebih luas dibanding bivalen karena menyasar empat tipe virus sekaligus.
Jenis ini merupakan jenis vaksin HPV yang paling lengkap dan memberikan cakupan perlindungan terluas saat ini.
Pemberian dosis vaksin HPV diatur berdasarkan usia saat seseorang mendapatkan dosis pertama. Secara umum, jadwal dosis mengikuti rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan diadopsi oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) serta Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI).
Berikut rincian pembagian dosisnya:
Anjuran jumlah dosis dan interval pemberian vaksin HPV dapat berbeda sesuai jenis vaksin yang digunakan dan kondisi masing-masing individu. Oleh karena itu, konsultasikan dengan tenaga medis sebelum vaksinasi.
Baca juga: Kanker Prostat: Penyakit Kritis yang Sering Terlambat Diketahui
Waktu memberikan vaksin HPV dapat mulai diberikan pada saat anak-anak berusia 9-14 tahun, baik pada anak perempuan maupun anak laki-laki. Pada orang dewasa, vaksin ini dapat dilakukan pada usia 15 tahun sampai 26 tahun.
Dilansir dari situs Kementerian kesehatan RI, pemberian vaksin HPV tidak disarankan pada wanita berusia 26 tahun ke atas. Meskipun wanita di atas 26 tahun masih memungkinkan untuk vaksin HPV, namun manfaat yang didapatkan tidak sebesar wanita yang berusia di bawah 26 tahun.
Vaksin HPV jadi salah satu cara meminimalisir risiko kanker serviks secara efektif sejak dini. Dengan vaksinasi yang di waktu yang tepat, disertai pola hidup sehat dan pemeriksaan rutin, perempuan dapat memiliki perlindungan lebih baik terhadap infeksi HPV yang menjadi penyebab utama kanker serviks.
Meski upaya pencegahan sudah dilakukan secara maksimal, perlindungan finansial melalui asuransi kesehatan tetap diperlukan untuk menghadapi risiko kesehatan yang tidak terduga di masa depan. PRUWell Medical Syariah dari Prudential syariah dapat memberikan Anda perlindungan komprehensif, mulai dari manfaat rawat inap dan pembedahan, rawat jalan, dan pasca rawat inap di PRUPriority Hospital di seluruh dunia sesuai Plan yang dipilih, hingga reward berupa keringanan Kontribusi hingga 20% untuk masa kepesertaan yang akan datang dengan fitur PRUWell karena #SehatPangkalBisa.
Vaksin HPV paling ideal diberikan pada usia 9–14 tahun sebelum terpapar virus HPV.
Ya, vaksin HPV masih dapat diberikan pada usia 15–26 tahun sesuai anjuran dokter.
Tidak, vaksin HPV juga dapat diberikan kepada laki-laki untuk membantu mencegah infeksi HPV.
Jumlah dosis tergantung usia dan jenis vaksin, umumnya 2 dosis dengan jarak tertentu.
Karena vaksin membantu melindungi tubuh dari infeksi HPV yang dapat meningkatkan risiko kanker serviks dan penyakit lainnya.
Sumber:
Produk Terkait