Memasuki musim pancaroba, banyak orang mengalami gejala flu seperti demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, hingga tubuh terasa lemas. Meski sering dianggap sebagai penyakit ringan yang dapat sembuh dengan sendirinya, tidak semua flu disebabkan oleh virus yang sama. Salah satu jenis yang perlu diwaspadai adalah Influenza A.
Lalu, apakah Influenza A berbahaya dan apa perbedaannya dengan flu biasa? Simak informasi selengkapnya dalam artikel ini!
Apa Itu Influenza A?
Influenza A adalah infeksi yang disebabkan oleh virus Influenza A tipe H1N1. Dilansir dari situs Kementerian Kesehatan, Influenza A berpotensi menyebabkan pandemi, karena ia memiliki kemampuan mengalami antigenic shift atau perubahan genetik besar yang dapat menghasilkan jenis virus baru dan antigenic drift atau perubahan genetik kecil yang terjadi secara bertahap. Kedua proses ini dapat membuat virus lebih sulit dikenali oleh sistem kekebalan tubuh sehingga meningkatkan risiko penyebaran di masyarakat.
Subtipe Influenza A yang umum menjangkit manusia saat ini adalah tipe A(H1N1) dan A(H3N2). Meskipun begitu, ada subtipe lain yang bisa menyerang manusia, seperti H5N1 yang dikenal sebagai flu burung dengan tingkat kematian yang sangat tinggi.

Perbedaan Influenza A, B, dan Flu Biasa
Meski memiliki gejala yang hampir sama, Influenza A, Influenza B, dan flu biasa (common cold) memiliki penyebab, tingkat keparahan, serta risiko komplikasi yang berbeda. Berikut perbandingannya:
Aspek |
Influenza A |
Influenza B |
Flu Biasa (Common Cold) |
Penyebab |
Virus Influenza A |
Virus Influenza B |
Rhinovirus, adenovirus, atau coronavirus ringan |
Kemunculan Gejala |
Umumnya muncul mendadak |
Umumnya muncul mendadak |
Berkembang secara bertahap |
Gejala Utama |
Demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, batuk, pilek, kelelahan |
Mirip Influenza A, tetapi umumnya lebih ringan |
Pilek, bersin, hidung tersumbat, sakit tenggorokan ringan |
Tingkat Keparahan |
Sedang hingga berat |
Ringan hingga sedang |
Umumnya ringan |
Risiko Komplikasi |
Lebih tinggi, seperti pneumonia, bronkitis, atau gangguan pernapasan |
Dapat menyebabkan komplikasi, tetapi umumnya lebih rendah dibanding Influenza A |
Jarang menyebabkan komplikasi serius |
Potensi Wabah |
Dapat menyebabkan wabah besar hingga pandemi karena lebih mudah mengalami perubahan genetik |
Umumnya menyebabkan wabah musiman |
Tidak menyebabkan pandemi |
Gejala Influenza A
Gejala Influenza A biasanya muncul secara tiba-tiba dalam waktu 1–4 hari setelah seseorang terpapar virus. Dilansir dari situs Kementerian Kesehatan, beberapa gejala Influenza A yang umum terjadi antara lain:
Pada sebagian kasus, terutama pada anak-anak, Influenza A juga dapat disertai gejala seperti mual, muntah, atau diare.
Kapan Harus Waspada?
Segera periksakan diri ke dokter apabila Anda mengalami beberapa gejala berikut:
Gejala-gejala tersebut dapat menjadi tanda terjadinya komplikasi yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut.
Pengobatan Influenza A
Meskipun perlu diwaspadai, Influenza A juga dapat membaik dengan perawatan mandiri di rumah. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan, antara lain:
1. Istirahat yang Cukup
Tubuh membutuhkan energi yang kuat untuk melawan infeksi. Oleh karena itu, pastikan Anda mendapatkan waktu istirahat yang cukup hingga kondisi membaik.
2. Perbanyak Minum Air Putih
Demam dan infeksi dapat meningkatkan risiko dehidrasi. Dengan demikian, mengonsumsi air putih yang cukup dapat membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.
3. Konsumsi Makanan Bergizi
Usahakan Anda selalu mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, lemak sehat, mineral untuk memperkuat sistem imunitas tubuh selama masa pemulihan. Selain itu, perbanyak konsumsi buah dan sayuran untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian.
4. Mengonsumsi Obat Sesuai Anjuran Dokter
Jika gejala flu sudah semakin parah, segeralah pergi ke dokter untuk mengetahui diagnosis penyakit secara jelas. Jangan lupa untuk mengonsumsi obat sesuai anjuran dan dosis yang diberikan dokter.
Hindari mengonsumsi antibiotik tanpa resep karena Influenza A disebabkan oleh virus, sehingga penggunaan antibiotik yang tidak tepat tidak akan membantu proses penyembuhan dan justru dapat meningkatkan risiko resistansi antibiotik.
Baca juga: Asam Lambung Naik Saat Puasa, Apakah Puasa Jadi Batal?
Pencegahan Influenza A
Meskipun tidak selalu dapat dicegah sepenuhnya, risiko tertular Influenza A dapat dikurangi dengan beberapa langkah berikut:
- Melakukan Vaksinasi Influenza: Vaksin Influenza merupakan salah satu cara paling efektif untuk membantu melindungi diri dari infeksi dan mengurangi risiko komplikasi yang serius.
- Rajin Mencuci Tangan: Selalu cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik, terutama setelah beraktivitas di luar ruangan.
- Menggunakan Masker Saat Sakit: Jika sedang mengalami gejala flu, gunakan masker untuk membantu mengurangi risiko penularan kepada orang lain.
- Menjaga Daya Tahan Tubuh: Konsumsi makanan bergizi, berolahraga secara rutin, mengelola stres, dan tidur yang cukup dapat membantu menjaga sistem imun tetap optimal.
- Menghindari Kontak dengan Orang yang Sedang Sakit: Virus Influenza dapat menyebar melalui percikan droplet saat seseorang batuk, bersin, atau berbicara.
Meski sering dianggap sama dengan flu biasa, Influenza A dapat menimbulkan gejala lebih berat dan berisiko menyebabkan komplikasi pada kelompok tertentu, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit kronis. Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejalanya sejak dini, melakukan pengobatan yang tepat, dan menerapkan langkah-langkah pencegahan agar risiko penularan maupun komplikasi dapat diminimalkan.
Menerapkan pola hidup sehat merupakan bentuk ikhtiar untuk menjaga kesehatan diri. Meskipun begitu, risiko sakit bisa datang kapan saja tanpa terduga, sehingga kita bisa berikhtiar dengan memiliki perlindungan kesehatan seperti PRUSehat Syariah dari Prudential Syariah.
PRUSehat Syariah tersedia dalam pilihan Plan Sehat A dan Plan Sehat B yang dapat dipilih oleh calon Peserta sesuai kebutuhan. Berikut keunggulan dari PRUSehat Syariah:
Dapatkan manfaat yang #BeneranPas untuk kenyamanan perawatan sesuai kebutuhan Anda.
1Untuk senantiasa memberikan pelayanan dengan metode Non-Tunai (cashless) yang baik di Rumah Sakit rekanan Prudential Syariah bagi Pemegang Polis Produk Asuransi Kesehatan PRUSehat Syariah, Prudential Syariah menerbitkan kartu elektronik (e-card) sebagai bukti Kepesertaan yang bisa didapatkan dengan cara mengakses informasi Polis dan Layanan Asuransi secara Digital melalui PRUServices.
2Informasi selengkapnya mengenai PRUHemat dan ketentuan lainnya dapat diakses melalui bit.ly/pruhematsyariah
3Detail Informasi mengenai RS Rekanan cek di bit.ly/PMN-RSRekananPSLA
FAQ