Pernahkah Anda merasa sudah makan sedikit namun berat badan tetap naik? Atau sebaliknya, sudah makan banyak tapi berat badan tak kunjung bertambah? Jawabannya seringkali terletak pada satu angka krusial, yakni kebutuhan kalori harian.
Memahami kebutuhan kalori bukan sekadar tren gaya hidup, melainkan langkah dasar untuk memastikan tubuh mendapatkan energi yang tepat tanpa berlebihan ataupun kekurangan. Untuk memastikan kebutuhan kalori harian Anda, simak informasi lengkap berikut ini.
Kalori adalah satuan energi yang didapatkan dari makanan dan minuman. Kebutuhan kalori setiap orang berbeda-beda, tergantung pada usia, jenis kelamin, tinggi badan, berat badan, serta tingkat aktivitas fisik yang dilakukan.
Secara umum, rata-rata orang dewasa membutuhkan sekitar 2.000 hingga 2.500 kalori per hari. Namun, angka ini hanyalah estimasi kasar. Untuk hasil yang akurat, kita perlu mengenal mengetahui:
Berdasarkan Permenkes No 28 Tahun 2019, Angka Kecukupan Energi (AKE) rata-rata harian bagi masyarakat Indonesia dapat dikelompokkan berdasarkan rentang usia dan jenis kelamin. Berikut angka kecukupan gizi harian normal yang dianjurkan:
Jumlah kebutuhan kalori tiap orang pada dasarnya dapat dihitung menggunakan kalkulator kalori. Namun untuk mendapatkan jumlah yang lebih akurat, Anda perlu memperhitungan BMR (Basal metabolic rate) dan tingkat aktivitas harian.
Berikut cara menghitung BMR berdasarkan rumus harris benedict:
Angka yang dihasilkan dari rumus ini adalah jumlah kalori yang dibutuhkan tubuh Anda hanya untuk bertahan hidup (bernapas, memompa darah, dan fungsi organ) dalam kondisi istirahat total.
Baca juga: Kenyang Lebih Lama dengan Menu Sahur Sehat dan Praktis!
Menambah kalori bukan berarti Anda bebas mengonsumsi makanan cepat saji atau minuman manis secara berlebihan. Fokus utamanya adalah surplus kalori dengan nutrisi yang berkualitas. Berikut adalah strategi efektif yang bisa Anda terapkan:
Pilihlah makanan yang memiliki kalori tinggi namun tetap kaya nutrisi. Misalnya, Daging tanpa lemak, dada ayam, ikan, telur, dan tempe/tahu. Untuk karbohidrat, Anda bisa mengganti nasi putih dengan nasi merah ataupun ubi jalar.
Jika Anda cepat merasa kenyang, cobalah untuk makan 5–6 kali sehari dalam porsi kecil daripada makan 3 kali dalam porsi besar. Selipkan camilan sehat di antara jam makan utama, seperti yogurt dengan buah atau roti gandum dengan selai kacang.
Anda bisa meningkatkan jumlah kalori tanpa mengubah volume makanan secara drastis. Misalnya, menambahkan parutan keju atau telur rebus pada porsi nasi/mie. Ataupun menaburkan biji-bijian (chia seeds atau flaxseeds) ke dalam smoothies.
Tambahkan lemak sehat untuk meningkatkan kalori tanpa harus menambah volume makanan secara drastis. Anda bisa menambahkan irisan alpukat pada roti atau gunakan minyak zaitun sebagai dressing salad atau campuran pasta.
Agar kelebihan kalori yang Anda konsumsi berubah menjadi otot dan bukan sekadar lemak, imbangi dengan olahraga angkat beban. Otot memiliki massa yang lebih padat dan membantu tubuh terlihat lebih berisi namun tetap kencang.
Untuk membantu Anda mencapai target surplus kalori tanpa merasa begah, berikut adalah inspirasi menu harian yang padat gizi namun tetap lezat untuk dinikmati:
Mulailah pagi Anda dengan semangkuk besar oatmeal yang dimasak menggunakan susu murni sebagai pengganti air. Untuk meningkatkan kepadatan kalorinya secara sehat, tambahkan irisan satu buah pisang matang, satu sendok makan selai kacang alami, serta taburan kacang almond atau chia seeds di atasnya.
Pilihlah satu porsi besar nasi merah dengan protein berkualitas seperti dada ayam bakar atau ikan salmon. Jangan lupa tambahkan tumisan sayuran hijau sebagai pelengkap yang sempurna tanpa menambah banyak kalori.
Di sela waktu makan, Anda bisa menikmati setangkup roti gandum utuh panggang yang diolesi selai kacang tebal atau diberikan topping telur rebus di atasnya. Camilan ini jauh lebih baik dibandingkan gorengan atau biskuit manis.
Sajian sup daging sapi atau sup ayam yang dimasak bersama potongan kentang, wortel, dan buncis bisa menjadi pilihan makan malam yang sangat padat kalori namun tetap terasa ringan di perut.
Tidak. Kebutuhan kalori dipengaruhi usia, jenis kelamin, tinggi/berat badan, komposisi tubuh (massa otot), serta tingkat aktivitas. Karena itu, angka 2.000–2.500 kalori/hari hanyalah gambaran umum, bukan patokan untuk semua orang.
BMR (Basal Metabolic Rate) adalah energi minimum yang dibutuhkan tubuh untuk fungsi dasar saat istirahat total. Sementara TDEE (Total Daily Energy Expenditure) adalah total kebutuhan energi harian setelah memperhitungkan aktivitas (misalnya berjalan, bekerja, olahraga) dan proses pencernaan.
Prinsipnya adalah defisit kalori (asupan lebih kecil dari kebutuhan). Banyak orang memulai dari defisit kecil dan bertahap (misalnya sekitar 300–500 kalori/hari) sambil memantau progres, kualitas makan, dan energi harian. Jika punya kondisi kesehatan tertentu, sebaiknya konsultasi tenaga kesehatan.
Ini bisa terjadi karena porsi/kalori tersembunyi (minuman manis, camilan, saus), aktivitas fisik menurun, kurang tidur, stres, retensi cairan, atau pencatatan makan yang kurang akurat. Cobalah evaluasi pola makan 1–2 minggu, perhatikan minuman dan camilan, serta imbangi dengan aktivitas rutin.
Memahami kebutuhan kalori harian adalah langkah paling dasar dalam menjaga keseimbangan tubuh. Apapun tujuannya, semua dimulai dari pemahaman terhadap angka BMR dan tingkat aktivitas harian Anda.